BOLATAIMENTBRI SUPER LEGUEJADWAL PERTANDINGANKLASEMENLiga Indonesia 2025/2026Prediksi dan AnalisisSepakbola

Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi Beruntun kepada Klub Super League, Denda Capai Ratusan Juta Rupiah

×

Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi Beruntun kepada Klub Super League, Denda Capai Ratusan Juta Rupiah

Sebarkan artikel ini
Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi Beruntun kepada Klub Super League, Denda Capai Ratusan Juta Rupiah
Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi Beruntun kepada Klub Super League, Denda Capai Ratusan Juta Rupiah

Liganusantara.com, Komite Disiplin (Komdis) PSSI kembali mengambil tindakan tegas terhadap sejumlah klub peserta Super League musim 2025/2026. Dalam kurun pertandingan 6–8 Februari 2026, berbagai pelanggaran terjadi, mulai dari gangguan keamanan, kehadiran suporter tamu, penggunaan flare, hingga keterlambatan kick-off.

Keputusan ini menegaskan komitmen federasi dalam menjaga ketertiban dan profesionalisme kompetisi.

Panitia pelaksana laga kandang PSIM Yogyakarta dikenai denda Rp40 juta. Hukuman dijatuhkan setelah terjadi penyalaan kembang api oleh sekelompok orang dalam jarak sekitar 150 meter dari hotel tempat tim Persis Solo menginap sebelum pertandingan pada 6 Februari 2026. Insiden tersebut dinilai mengganggu keamanan serta kenyamanan tim tamu.

Pada pertandingan lain di tanggal yang sama, Malut United menerima denda Rp50 juta. Sanksi diberikan karena tiga pemain dan dua ofisial tim memperoleh kartu kuning dalam satu laga menghadapi Persib Bandung, yang masuk kategori pelanggaran disiplin tim.

Sementara itu, Persebaya Surabaya didenda Rp25 juta akibat ditemukannya suporter mereka hadir sebagai pendukung tim tamu saat bertandang ke markas Bali United FC pada 7 Februari 2026. Regulasi kompetisi musim ini memang membatasi kehadiran suporter tandang demi alasan keamanan.

Di laga yang sama, Bali United justru menerima sanksi lebih besar, yakni Rp60 juta. Hukuman dijatuhkan setelah dua flare dinyalakan oleh pendukung tuan rumah di Tribun Utara dan Timur usai pertandingan. Komdis menilai pihak tuan rumah lalai dalam mengendalikan situasi di area stadion.

Pertandingan antara Semen Padang FC dan Persita Tangerang pada 8 Februari 2026 juga diwarnai insiden. Suporter tuan rumah melempar botol air minum ke arah bangku cadangan tim tamu pada menit 90+4. Akibat kejadian tersebut, Semen Padang dikenai denda Rp30 juta.

Persita menjadi klub dengan sanksi finansial terbesar dalam periode ini, yakni Rp100 juta. Denda tersebut dijatuhkan karena tim terlambat memasuki lapangan untuk memulai babak kedua, sehingga kick-off mundur selama 124 detik. Keterlambatan itu dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap ketepatan jadwal pertandingan.

Selain sanksi untuk klub, pemain Persita, Mario Jardel, juga mendapat teguran keras. Ia diwajibkan mengganti kerugian materiil setelah terbukti merusak fasilitas stadion dengan menendang pintu masuk.

Dari pertandingan lain, PSM Makassar didenda Rp50 juta saat menghadapi PSBS Biak karena lima pemainnya menerima kartu kuning dalam satu laga.

Adapun Arema FC juga tak lepas dari hukuman. Dalam laga kontra Persija Jakarta, Arema dikenai denda Rp25 juta akibat kehadiran suporter tamu. Selain itu, klub tersebut juga harus membayar Rp50 juta karena empat pemain dan satu ofisial menerima kartu kuning dalam pertandingan yang sama.

Rentetan sanksi ini menunjukkan bahwa aspek disiplin, baik di dalam maupun di luar lapangan, menjadi perhatian utama federasi. Pelanggaran yang berulang, seperti penyalaan flare, kehadiran suporter tandang, serta akumulasi kartu, menjadi catatan penting bagi seluruh peserta kompetisi.

Dengan total denda mencapai ratusan juta rupiah hanya dalam tiga hari pertandingan, klub diharapkan meningkatkan pengawasan internal, memperketat pengamanan stadion, serta membina suporter dan pemain agar kompetisi berjalan lebih tertib, aman, dan profesional. Super League musim ini bukan sekadar persaingan klasemen, melainkan juga ujian komitmen menjaga integritas sepak bola nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *