Liganusantara.com, Jakarta – Pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 akan menyuguhkan duel panas antara dua tim legendaris, Persebaya Surabaya dan PSM Makassar. Laga yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Rabu (25/2/2026) malam pukul 20.30 WIB ini, bukan sekadar perebutan poin, melainkan panggung pembuktian bagi dua juru taktik asal Benua Biru.
Pertandingan ini diprediksi akan menjadi pertarungan strategi yang sengit antara dua filosofi sepak bola Eropa yang berbeda.
Bernardo Tavares: Reuni Emosional Sang Mantan Juara

Nama Bernardo Tavares sudah sangat melekat dengan sepak bola Indonesia. Pelatih asal Portugal ini merupakan aktor utama di balik keberhasilan PSM Makassar merengkuh gelar juara Liga 1 musim 2022/2023. Namun, dinamika sepak bola membawanya berlabuh ke Surabaya setelah memutuskan hengkang dari Makassar pada akhir tahun lalu.
Sejak resmi menakhodai Bajul Ijo pada 22 Desember 2025, Tavares mulai menyuntikkan karakter agresif dan transisi cepat ke dalam skuad Surabaya. Dalam enam laga awal, ia mencatatkan tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Menghadapi mantan tim yang ia bawa ke puncak kejayaan tentu memberikan bumbu emosional yang kuat dalam laga ini.
Tomas Trucha: Misi Mengembalikan Kejayaan Juku Eja

Di pinggir lapangan lawan, Tomas Trucha memikul beban berat untuk membangkitkan performa Juku Eja. Pelatih asal Republik Ceko berusia 54 tahun ini didatangkan PSM pada pertengahan musim dengan bekal pengalaman melanglang buana di liga Malaysia dan Kenya.
Meskipun statistik 13 pertandingannya (4 menang, 2 imbang, 7 kalah) belum sepenuhnya stabil, Trucha mulai menanamkan kedisiplinan taktik dan gaya main direct yang menjadi ciri khasnya. Duel melawan Persebaya asuhan Tavares akan menjadi tolok ukur sejauh mana pemegang lisensi UEFA Pro ini mampu menandingi skema taktis yang sudah matang milik sang rival.










