Liganusantara.com, Jakarta – Kursi kepelatihan Milomir Seslija di Persis Solo mulai memanas. Pelatih asal Bosnia-Herzegovina tersebut kini menjadi sasaran kritik tajam suporter menyusul rentetan hasil minor yang dialami Laskar Sambernyawa dalam lima pertandingan terakhir di BRI Super League 2025/2026.
Ekspektasi tinggi publik Solo pada putaran kedua ini belum membuahkan hasil. Dari lima laga yang dijalani, empat di antaranya di Stadion Manahan, Persis hanya mampu mengoleksi tiga poin dari hasil imbang. Kondisi ini membuat klub kebanggaan warga Solo tersebut masih terjepit di posisi juru kunci (peringkat ke-18) dengan torehan 13 poin dari 22 laga.
Gema ‘Milo Out’ di Stadion Manahan

Puncak kekecewaan suporter pecah saat Persis dipaksa berbagi angka setelah gagal mempertahankan keunggulan melawan PSBS Biak. Sorakan “Milo Out” menggema dari tribun penonton, menuntut sang arsitek segera menanggalkan jabatannya.
Menanggapi tekanan tersebut, pelatih berusia 61 tahun ini mencoba memberikan pembelaan. Menurutnya, masalah utama timnya bukanlah skema permainan, melainkan penyelesaian akhir yang masih tumpul.
“Secara taktikal sederhana saja. Jika kami sama sekali tidak bisa membuat peluang saat menjamu PSBS Biak, saya akan berdiri paling depan untuk bertanggung jawab. Namun, kenyataannya kami mendominasi dan menciptakan banyak kesempatan,” ungkap Milo dengan nada tegas.
Risiko Ganti Pelatih di Tengah Krisis
Milo mengingatkan bahwa memutus kontrak pelatih di tengah musim bukan tanpa risiko. Ia berpendapat bahwa mendatangkan pelatih baru justru akan memaksa para pemain untuk memulai proses adaptasi dari nol lagi, yang justru bisa memakan waktu lebih lama.
Fokus Milo saat ini adalah membangun chemistry di antara para pemain, mengingat skuat Laskar Sambernyawa baru saja mengalami perombakan besar di bursa transfer paruh musim.
“Apa jaminannya jika pelatih diganti sekarang? Visi baru membutuhkan waktu adaptasi lagi. Saat ini kami sedang membangun pondasi dan kekompakan tim. Kami kedatangan banyak amunisi baru yang bahkan baru berlatih bersama selama empat minggu. Striker kami pun baru bergabung beberapa hari lalu,” jelasnya.
Ajak Publik Melihat Secara Objektif
Meskipun hasil akhir belum memuaskan, Milo mengklaim ada kemajuan signifikan dalam cara bermain Zanadin Fariz dan kawan-kawan. Ia meminta suporter dan manajemen untuk lebih objektif dalam menilai performa tim secara keseluruhan, bukan hanya dari papan skor.
“Di tengah singkatnya waktu persiapan dengan skuat baru, kami tetap mampu menguasai jalannya laga. Saya berharap semua pihak bisa melihat progres ini secara lebih objektif. Perubahan besar tidak terjadi dalam semalam,” pungkas Milo.










