Liganusantara.com, Jakarta – Bhayangkara FC menunjukkan ambisi besar untuk melanjutkan tren positif mereka saat bertandang ke markas Persik Kediri pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026. Duel yang akan tersaji di Stadion Brawijaya pada Jumat (20/2/2026) malam ini menjadi pembuktian konsistensi bagi tim tamu.
Datang dengan modal kemenangan pada putaran pertama lalu, tim berjuluk The Guardians ini berada dalam kepercayaan diri tinggi. Keberhasilan mereka mengamankan hasil positif di beberapa laga tandang terakhir menjadi sinyal bahaya bagi tuan rumah.
Paul Munster: Hormati Sejarah Persik, Tapi Bidik Poin Penuh

Arsitek Bhayangkara FC, Paul Munster, mengaku telah membekali pasukannya dengan persiapan yang sangat matang. Meski menyadari keangkeran Stadion Brawijaya, pelatih asal Irlandia Utara tersebut tidak gentar.
“Kami datang dengan kesiapan penuh. Saya sangat menghormati sejarah Persik dan paham betapa sulitnya bermain di hadapan pendukung mereka. Atmosfer di sini selalu ketat,” ungkap Munster.
Namun, pengalaman membawa tim menaklukkan raksasa-raksasa liga menjadi pegangan Munster. Ia menegaskan bahwa evaluasi mendalam terhadap taktik Persik telah dilakukan. “Kami sudah mengantongi informasi penting mengenai kekuatan mereka. Keputusan final soal starting eleven akan diambil setelah latihan resmi untuk memastikan kondisi fisik pemain berada di level puncak,” tambahnya.
Rekor Tandang yang Impresif

Bhayangkara FC menjelma menjadi kekuatan menakutkan saat bermain di luar kandang pada putaran kedua ini. Rekor mereka cukup mentereng:
- Menang 2-1 atas Persebaya Surabaya di Surabaya.
- Menang 2-1 atas Malut United.
- Imbang 1-1 saat melawat ke markas Persita Tangerang.
“Target kami jelas, pulang membawa tiga poin. Ini akan menjadi pertarungan yang sangat berat, jadi konsentrasi tinggi adalah kunci utama,” tegas Munster.
Aqil Savik: Spirit Surabaya Menuju Kediri

Penjaga gawang utama Bhayangkara FC, Aqil Savik, mengungkapkan bahwa moral tim sedang melambung berkat kemenangan emosional atas Persebaya pekan lalu. Baginya, hasil tersebut menjadi bahan bakar semangat untuk meladeni gempuran pemain Persik.
“Secara teknis, euforia lawan Persebaya sudah kami lupakan agar tetap fokus. Namun, semangat kemenangan itu tetap kami bawa sebagai motivasi ekstra untuk menundukkan Persik,” ujar kiper berusia 27 tahun tersebut. Aqil menegaskan bahwa seluruh penggawa The Guardians memiliki visi yang sama: mengamankan poin absolut demi merangkak naik di tabel klasemen.










