Liganusantara.com, Jakarta – Timnas Indonesia U-17 tengah bersiap menghadapi tantangan mahaberat di Piala Asia U-17 2026 yang akan dihelat di Arab Saudi, Mei mendatang. Terjebak di Grup B bersama raksasa Asia seperti Jepang, China, dan Qatar, skuat asuhan Kurniawan Dwi Yulianto dituntut untuk memiliki mental baja.
Kekhawatiran publik sempat muncul setelah Mierza Firjatullah dan kawan-kawan menelan dua kekalahan beruntun dari China U-17 dalam laga uji coba pekan ini. Namun, pengamat sepak bola senior, Gusnul Yakin, mengingatkan agar aura pesimisme tidak merusak semangat juang para pemain muda.
“Jangan kalah sebelum bertanding. Rasa takut secara psikologis hanya akan meruntuhkan motivasi. Sangat penting bagi PSSI untuk menghadirkan psikolog guna membentengi mentalitas para pemain,” ujar Gusnul.
Peta Persaingan: Tidak Ada Tim yang Tak Terkalahkan

Melihat rekam jejak calon lawan di edisi sebelumnya, Jepang dan China bukanlah tim yang mustahil untuk diredam. Catatan menunjukkan bahwa tim-tim besar tersebut pernah terpeleset oleh tim yang dianggap non-unggulan.
- Jepang U-17: Pernah ditahan imbang oleh Vietnam dan ditaklukkan Australia.
- China U-17: Hanya mampu finis di posisi ketiga grup pada edisi lalu setelah menyerah dari Arab Saudi dan Uzbekistan.
“Karakter permainan tim remaja biasanya masih fluktuatif. Di level usia muda, kejutan selalu mungkin terjadi. Tidak ada yang mustahil di atas lapangan hijau,” tambah Gusnul.
Mengejar Ketertinggalan: Kunci Ada di Persiapan
Salah satu poin krusial yang menjadi pembeda adalah durasi persiapan. Tim China U-17 saat ini dinilai lebih matang karena sudah terbentuk sejak masa kualifikasi. Sebaliknya, skuat Garuda Muda baru saja berkumpul dan langsung diuji dengan lawan berat.
Meskipun kalah dalam uji coba terakhir, Gusnul mengamati adanya progres positif. Masalah utama Timnas U-17 saat ini bukanlah minimnya bakat, melainkan kurangnya waktu kebersamaan dan jam terbang internasional.
Rekomendasi untuk Kurniawan Dwi Yulianto

Mengingat target besar untuk lolos ke Piala Dunia U-17 Qatar 2026, Kurniawan Dwi Yulianto diharapkan segera melakukan langkah strategis:
- Pemusatan Latihan Terfokus: Mempererat chemistry antar pemain dalam waktu singkat.
- Uji Coba Berkualitas: Menantang tim-tim peserta Piala Asia lainnya untuk membiasakan pemain dengan intensitas turnamen resmi.
- Analisis Kekuatan Lawan: Mempelajari secara detail skema permainan Jepang, China, dan Qatar.
Waktu menuju Mei 2026 sangat terbatas. Kecepatan manajemen PSSI dan ketegasan pelatih dalam menggembleng pemain akan menjadi penentu apakah Indonesia hanya akan menjadi penggembira atau justru menjadi kuda hitam yang mengejutkan Asia.










