Liganusantara.com, Jakarta – Di dunia sepak bola profesional, cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) seringkali dianggap sebagai vonis mati bagi karier seorang atlet. Proses pemulihan yang memakan waktu berbulan-bulan hingga risiko pensiun dini membuat cedera lutut menjadi momok yang paling ditakuti.
Namun, perkembangan teknologi medis kini menawarkan secercah harapan. Dalam sebuah diskusi di kanal YouTube Bicara Bola, spesialis ortopedi dr. Sapto Adji Hardjosworo, Sp.OT (K-CO), mengungkapkan bahwa urat yang putus kini bisa digantikan dengan material sintetis yang memiliki daya tahan luar biasa.
Mengapa Sepak Bola Begitu Berisiko bagi Lutut?

Menurut dr. Sapto Adji, sepak bola adalah olahraga dengan tingkat risiko cedera tertinggi dibandingkan cabang lainnya. Hal ini disebabkan oleh intensitas gerakan yang melibatkan kecepatan, kelincahan (agility), serta kontak fisik.
“Karakter permainan sepak bola memaksa pemain untuk melakukan manuver ekstrem seperti meloncat, berputar mendadak, hingga menerima benturan keras. Kondisi ini membuat lutut sangat rentan terpelintir,” jelasnya.
Lutut menjadi tumpuan utama yang paling sering mengalami kerusakan, terutama pada bagian urat dalam yang sangat mudah putus jika pemain salah dalam memosisikan tumpuan saat mendarat.
Inovasi Urat Sintetis: Sembuh Lebih Cepat, Tahan Puluhan Tahun
Kabar baik bagi para pesepak bola, urat lutut yang putus kini tidak lagi harus berakhir dengan rasa putus asa. Karena jaringan urat tidak bisa disambung kembali, dokter biasanya melakukan prosedur penggantian jaringan.
Jika sebelumnya penggantian urat diambil dari bagian tubuh lain (autograf) atau donor (allograf), kini tersedia opsi urat sintetis. Teknologi ini menawarkan keunggulan yang signifikan:
- Pemulihan Kilat: Jika biasanya atlet butuh waktu minimal 6 bulan untuk kembali merumput, dengan teknologi sintetis ini, dalam waktu 3 bulan pemain berpotensi sudah bisa berlaga kembali.
- Daya Tahan Lama: Urat sintetis ini dirancang untuk bertahan dalam jangka panjang, yakni sekitar 20 hingga 25 tahun.
- Minimalisir Trauma: Prosedur ini mengurangi pengambilan jaringan sehat dari bagian tubuh pemain yang lain.
Inovasi ini diharapkan mampu memperpanjang napas karier para pemain di BRI Super League maupun pemain Timnas yang tengah berada di puncak performa namun terhambat oleh masalah kebugaran lutut.










