Liganusantara.com, Jakarta – Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) akhirnya angkat bicara mengenai rumor panas yang menyebut adanya campur tangan federasi di balik hijrahnya sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia ke kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, dengan tegas membantah anggapan bahwa para pemain tersebut “diarahkan” bermain di liga domestik demi mempermudah pemanggilan skuat untuk Piala AFF 2026. Menurut Arya, narasi yang berkembang di media sosial tersebut tidak lebih dari sekadar asumsi yang tidak berdasar.
Mekanisme Pasar, Bukan Instruksi Federasi

Fenomena hadirnya bintang-bintang naturalisasi seperti Thom Haye, Ivar Jenner, hingga Rafael Struick di klub-klub lokal memang menyita perhatian. Namun, Arya menekankan bahwa perpindahan pemain sepenuhnya didasari oleh kesepakatan profesional antara pemain dan klub, terutama menyangkut nilai kontrak.
“Kita ini terlalu sering terjebak dalam teori konspirasi. Saya harap informasi yang sampai ke publik bisa lebih mencerdaskan. Urusan transfer pemain itu murni soal profesionalisme dan uang. Pertanyaannya sederhana, siapa yang menggaji mereka? Klub atau PSSI?” ujar Arya kepada awak media.
Ia juga menambahkan bahwa PSSI tidak memiliki anggaran, apalagi kewenangan, untuk ikut campur dalam pendanaan transfer pemain ke klub-klub peserta liga.
Tantangan Logika bagi Pengamat

Arya menyayangkan adanya analisis dari beberapa pihak yang dianggapnya mengabaikan logika finansial sepak bola. Ia menegaskan bahwa setiap pemain memiliki standar nilai pasar masing-masing yang harus disanggupi oleh klub tanpa intervensi federasi.
“Di belahan dunia mana pun, tidak ada federasi yang ikut menyumbang uang (chip-in) agar pemain bergabung ke klub tertentu. Itu tidak pernah terjadi. Jadi, ini murni mekanisme pasar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Arya meminta para pengamat sepak bola untuk lebih jeli dan menggunakan logika yang sehat dalam memberikan opini ke publik. “Jangan sampai publik disuguhi analisis yang tidak cerdas. Kasihan nanti integritas logikanya dipertanyakan,” pungkasnya.









