Liganusantara.com, Jakarta – Bagi seorang pesepak bola yang baru pulih dari cedera panjang, setiap detik di lapangan hijau terasa sangat berharga. Hal inilah yang dirasakan oleh winger Persik Kediri, M. Supriadi, saat dipercaya tampil dalam laga kontra Dewa United di Stadion Brawijaya, Sabtu (7/2/2026).
Meski hanya merumput selama 18 menit (termasuk tambahan waktu), momen tersebut menjadi tonggak penting bagi eks penggawa Timnas Indonesia U-19 ini untuk menemukan kembali sentuhan emasnya.
Berjuang di Tengah Ketatnya Persaingan

Regulasi BRI Super League 2025/2026 yang membebaskan penggunaan tujuh pemain asing serta kewajiban memainkan talenta U-22 membuat persaingan di skuat “Macan Putih” semakin sengit. Supriadi harus bersaing ketat dengan nama-nama potensial seperti Hugo Samir hingga Wigi Pratama.
Dalam laga pekan ke-20 tersebut, Supriadi masuk menggantikan bintang baru asal Spanyol, Ernesto Gomez, pada menit ke-80. Meski singkat, kehadirannya di lapangan memberikan dampak psikologis yang besar bagi dirinya.
“Kemenangan tim adalah yang utama, dan saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari perjuangan itu. Terima kasih kepada pelatih Marcos Reina yang telah memberikan kepercayaan ini,” ujar Supriadi pada Senin (9/2/2026).
Proses Panjang Menuju Performa Puncak

Musim lalu merupakan periode sulit bagi Supriadi. Ia harus naik meja operasi akibat cedera parah yang membuatnya hanya mencatatkan enam penampilan. Musim ini, ia secara perlahan mulai mengumpulkan menit bermain dengan total 398 menit dari 10 laga, serta sudah mengemas satu gol.
Walaupun belum menjadi pilihan utama di starting XI, Supriadi menganggap setiap kesempatan tampil adalah obat untuk memulihkan mental bertandingnya.
“Setiap kali dipercaya turun ke lapangan, saya selalu bersyukur. Ini sangat membantu saya dalam memulihkan sentuhan bola dan membangun kembali rasa percaya diri yang sempat hilang pasca cedera,” pungkas pemain yang pernah menimba ilmu di Persebaya ini.












