Liganusantara.com, Jakarta – Gelombang pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang memilih melanjutkan karier di kompetisi domestik pada usia produktif bukanlah fenomena baru. Jauh sebelum nama-nama seperti Rafael Struick, Jens Raven, atau Dion Markx muncul, sepak bola Indonesia sudah lebih dulu menjadi tujuan bagi pemain keturunan Eropa yang datang ketika masih berada di puncak performa.
Pada musim 2025/2026, tren tersebut kembali terlihat jelas. Dua klub papan atas BRI Super League, Persija Jakarta dan Persib Bandung, menjadi contoh nyata bagaimana pemain naturalisasi kembali dipercaya untuk memperkuat skuad mereka di paruh kompetisi.
Persija Jakarta berhasil mengamankan tanda tangan Shayne Pattynama yang direkrut dari Buriram United, serta mendatangkan penyerang muda Mauro Zijlstra. Di sisi lain, Persib Bandung memperkuat lini belakang dengan merekrut bek muda Dion Markx.
Langkah Persib sejatinya bukan hal baru. Sebelumnya, Maung Bandung telah lebih dulu mendatangkan dua pemain naturalisasi jebolan sepak bola Belanda, yakni Thom Haye dan Eliano Reijnders, pada awal musim. Selain itu, beberapa nama lain seperti Jens Raven (Bali United) dan Rafael Struick (Dewa United) juga memilih melanjutkan karier di Indonesia pada usia yang masih sangat kompetitif. Bahkan, Ivar Jenner pun sempat dikaitkan dengan peluang merumput di Tanah Air.
Jika ditarik ke belakang, fenomena ini telah memiliki akar panjang dalam sejarah sepak bola nasional. Berikut empat pemain naturalisasi generasi awal yang lebih dulu membuka jalan.
Irfan Bachdim
Irfan Bachdim menjadi pelopor pemain keturunan Indonesia–Belanda yang memilih meninggalkan Eropa demi berkarier di Indonesia. Striker kelahiran Amsterdam ini pertama kali merasakan atmosfer sepak bola nasional saat bergabung dengan Persema Malang pada Agustus 2010.
Saat itu, Bachdim masih berusia 22 tahun dan sebelumnya sempat tampil di level tertinggi Liga Belanda bersama Haarlem. Keputusannya hijrah ke Indonesia menjadi langkah berani, sekaligus membuka mata publik bahwa pemain diaspora bersedia membangun karier di liga domestik.
Setelah sukses di Indonesia, Bachdim sempat melanjutkan petualangan ke luar negeri dengan membela Chonburi FC dan Nakhon Ratchasima di Thailand, serta Ventforet Kofu dan Consadole Sapporo di Jepang.
Kim Kurniawan
Jejak Irfan Bachdim kemudian diikuti oleh Kim Jeffrey Kurniawan, yang juga memiliki hubungan keluarga dengannya. Adik Kim, Jennifer Kurniawan, menikah dengan Irfan Bachdim.
Gelandang kelahiran Jerman ini memutuskan hijrah ke Indonesia pada 2011 dan bergabung dengan Persema Malang di kompetisi Liga Prima Indonesia. Sejak saat itu, Kim memilih menetap dan mengembangkan kariernya di dalam negeri.
Sepanjang perjalanannya, Kim Kurniawan memperkuat sejumlah klub, mulai dari Pelita Bandung Raya, Persib Bandung, hingga akhirnya berlabuh di PSS Sleman, tempat ia masih bermain hingga sekarang.
Stefano Lilipaly
Nama Stefano Lilipaly menjadi salah satu pemain naturalisasi generasi lama yang tetap eksis bersama Timnas Indonesia hingga kini. Ia bahkan masih mendapat kepercayaan pada era kepelatihan terakhir sebelum pergantian pelatih.
Lilipaly resmi menyandang status Warga Negara Indonesia pada Oktober 2011. Meski demikian, ia sempat bertahan di Belanda sebelum akhirnya memutuskan bermain di Indonesia saat berusia 24 tahun dengan memperkuat Persija Jakarta.
Dalam perjalanannya, Lilipaly sempat kembali ke Belanda dan membela klub seperti Telstar dan SC Cambuur. Namun, ia kemudian menetap di Indonesia dan menjadi bagian penting Bali United dari 2017 hingga 2022.
Ezra Walian
Pemain lain yang mengikuti jalur serupa adalah Ezra Walian. Penyerang kelahiran Amsterdam ini sebelumnya memiliki reputasi yang cukup mentereng di Belanda, termasuk pengalaman membela Timnas Belanda kelompok usia U-15 hingga U-17.
Ezra resmi menjadi WNI pada 2017. Setelah memperkuat Almere City dan RKC Waalwijk, ia akhirnya memutuskan berkarier di Indonesia bersama PSM Makassar pada 2019, saat usianya baru 21 tahun.
Pemain lulusan akademi Ajax Amsterdam tersebut kemudian melanjutkan karier bersama Persib Bandung selama periode 2021–2024, sebelum kini memperkuat Persik Kediri.
Persaingan Ketat BRI Super League 2025/2026
Masuknya pemain naturalisasi di usia emas turut meningkatkan persaingan di papan atas BRI Super League musim ini. Hingga pekan ke-19, klasemen sementara masih berlangsung ketat dengan selisih poin yang tipis antar tim teratas.
Persib Bandung sementara memimpin klasemen dengan koleksi 44 poin, disusul Borneo FC dengan 43 poin dan Persija Jakarta yang menguntit di posisi ketiga dengan 41 poin. Di bawahnya, Malut United dan Persebaya Surabaya juga masih menjaga peluang untuk bersaing di jalur juara.
Fenomena pemain naturalisasi yang memilih Indonesia di usia produktif pun diperkirakan akan terus berlanjut, seiring meningkatnya daya tarik kompetisi dan peran strategis mereka bagi klub maupun Timnas Indonesia.












