Liganusantara.com, Jakarta – Menjelang penutupan bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026, PSIM Yogyakarta resmi memperkuat barisan pertahanan mereka. Sosok bek tengah asal Belanda, Jop van der Avert, menjadi rekrutan terbaru sekaligus satu-satunya pemain yang didatangkan Laskar Mataram pada jendela transfer kali ini.
Kedatangan pemain berusia 25 tahun ini beriringan dengan perampingan skuad yang dilakukan manajemen. PSIM tercatat telah melepas empat pemain, yakni Rafinha, Kasim Botan, Diandra Diaz, dan Ikhsan Chan. Langkah irit belanja ini diambil klub lantaran penyesuaian anggaran di sisa musim.
Menatap Laga Panas Lawan Persis Solo

Kehadiran Jop van der Avert membawa angin segar bagi lini belakang tim asuhan Jean-Paul van Gastel. Pemain yang memiliki postur menjulang 186 cm ini berpeluang besar mencatatkan debutnya dalam laga prestisius bertajuk Derby Mataram melawan Persis Solo. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, pada Jumat (25/2/2026).
Manajer PSIM, Razzi Taruna, menyatakan bahwa secara administratif sang pemain sudah siap diturunkan. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan tim pelatih.
“Kami berharap Jop cepat beradaptasi dan segera memberikan kontribusi nyata. Untuk laga terdekat melawan Persis, peluang ia bermain sudah terbuka. Namun, tim pelatih akan menilai lagi kesiapan fisiknya sebelum benar-benar diturunkan,” tutur Razzi, Rabu (4/2/2026).
Rekam Jejak dan Pengalaman Internasional
Jop van der Avert merupakan jebolan akademi sepak bola Belanda yang cukup mentereng, mulai dari NAC Breda hingga Willem II. Sebelum memutuskan berkarier di Indonesia, ia menghabiskan empat musim bersama FC Dordrecht.
Petualangan internasionalnya dimulai saat ia mencicipi Liga Korea Selatan bersama Cheongju FC pada musim 2024/2025. Di sana, ia tampil cukup solid dengan catatan 19 pertandingan, di mana 17 di antaranya dimulai sebagai starter.
Kini, publik Yogyakarta menaruh harapan besar pada pemain kelahiran Bergen op Zoom ini untuk menambal lubang di lini pertahanan dan membantu PSIM merangkak naik di klasemen kasta tertinggi Liga Indonesia.










