Liganusantara.com, Jakarta – Ajax Amsterdam kembali memperkuat kedalaman skuadnya dengan mendatangkan kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, pada bursa transfer Januari 2026. Kabar kepindahan kiper berusia 27 tahun ini dari MLS, tepatnya FC Dallas, cepat menyebar di media.
Maarten Paes sudah membela FC Dallas selama empat musim terakhir dan menjadi andalan Timnas Indonesia dengan sepuluh penampilan sejak debutnya pada September 2024. Jika resmi berseragam Ajax, ia akan menambah daftar pemain berdarah Indonesia yang pernah berkarier di klub Belanda berjersey putih dengan garis merah di tengah ini.
Berikut beberapa pesepak bola keturunan Indonesia yang lebih dulu menorehkan jejak di Ajax.
Simon Tahamata

Simon Tahamata, legenda Ajax, lahir di Belanda dan memiliki darah Maluku, Indonesia. Selain karier klub, ia juga pernah membela Timnas Belanda. Kini, Tahamata terlibat dalam pembinaan sepak bola Indonesia, termasuk scouting dan pengembangan bakat muda.
Karier Tahamata dimulai di klub kecil TSV Theole Tiel (1967–1971) sebelum bergabung dengan akademi Ajax pada 1971. Ia menimba ilmu di akademi hingga 1975, kemudian bermain di level senior dengan total 149 penampilan, mencetak 17 gol dan 33 assist.
Jairo Riedewald

Lahir di Haarlem, Belanda, Jairo Riedewald memiliki darah campuran Belanda, Suriname, dan Indonesia. Ayahnya berasal dari Suriname, sedangkan ibunya berdarah Belanda-Indonesia. Bergabung dengan Ajax pada usia 11 tahun (2007), Riedewald menembus tim senior pada 2013 dan memperkuat klub hingga 2017.
Kini, ia bermain di kasta kedua Liga Inggris bersama Sheffield United dengan kontrak singkat hingga Januari 2026. Sebelumnya, Riedewald sempat membela Crystal Palace dan Royal Antwerp (Belgia). Rencana naturalisasinya untuk Timnas Indonesia sempat terkendala aturan FIFA.
Irfan Bachdim

Mantan bintang Timnas Indonesia, Irfan Bachdim, juga pernah menimba ilmu di akademi Ajax (1998–2000) saat berusia 10 tahun. Ia berposisi sebagai gelandang dan berlatih bersama pemain seperti Ryan Babel, Mitchell Donald, dan Jeffrey Sarpong sebelum pindah ke SV Argon dan kemudian FC Utrecht.
Karier profesionalnya berlanjut di Indonesia bersama klub-klub seperti Persema, Bali United, PSS Sleman, Persis Solo, hingga Persik Kediri. Selain itu, Bachdim juga sempat bermain di Jepang (Ventforet Kofu, Consadole Sapporo) dan Liga Thailand (Chonburi).
Ezra Walian

Bintang Persik Kediri, Ezra Walian, juga merupakan produk akademi Ajax. Lahir di Amsterdam pada 22 Oktober 1997, Ezra memiliki darah Indonesia dari ayahnya yang berasal dari Manado, sementara ibunya asli Belanda. Ia memperoleh status kewarganegaraan Indonesia pada 2017.
Ezra memulai karier di AZ Alkmaar sebelum digembleng lebih lanjut di akademi Ajax. Selama di klub legendaris Belanda itu, ia berlatih bersama generasi yang kini bersinar di Eropa, termasuk Donny van de Beek, Frenkie de Jong, dan Noussair Mazraoui. Di Indonesia, ia tercatat membela PSM Makassar, Persib Bandung, dan kini Persik Kediri.












