LigaNusantara.com – Nama penyerang timnas Curacao, Gervane Kastaneer, mulai santer dikaitkan dengan kemungkinan hijrah ke Liga Malaysia. Rumor ini muncul setelah sang pemain disebut-sebut menjadi salah satu yang terdampak perombakan besar skuad Persis Solo jelang putaran kedua Super League 2025/2026.
Kastaneer tidak terlihat dalam daftar pemain saat Persis Solo menjalani laga pembuka putaran kedua melawan Borneo FC, Jumat (23/1/2026), yang berakhir dengan kekalahan 0-1. Absennya striker asing tersebut memicu spekulasi terkait masa depannya bersama Laskar Sambernyawa.
Isu kepindahan Kastaneer semakin menguat setelah media Malaysia Palatao Bola mengaitkan dirinya dengan klub Terengganu FC. Dalam laporannya, Palatao Bola menyebut bahwa Terengganu tengah mencari pengganti Yann Mabella yang mengalami cedera, dan Kastaneer masuk dalam radar.
Rumor serupa juga disampaikan jurnalis Malaysia, T. Avineshwaran, melalui akun X pribadinya. Ia menyebut bahwa Terengganu sudah sangat dekat untuk mendatangkan seorang striker yang berasal dari negara kepulauan dan baru mencatatkan debut di Piala Dunia 2026. Petunjuk tersebut dinilai mengarah kuat kepada Kastaneer, mengingat Curacao menjadi salah satu debutan di ajang tersebut.
Di sisi lain, Kastaneer memang masuk dalam daftar pemain asing yang terdampak evaluasi besar-besaran Persis Solo. Total terdapat tujuh pemain asing yang tidak lagi terlihat bersama tim, yakni Xandro Schenk, Cleylton Santos, Jordy Tutuarima, Fuad Sule, Adriano Castanheira, Zulfahmi Arifin, termasuk Kastaneer sendiri.
Saat menghadapi Borneo FC, Persis Solo hanya menurunkan lima pemain asing, yaitu Sho Yamamoto, Kodai Tanaka, Vukasin Vranes, Dusan Mijic, dan Miroslav Maricic.
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, enggan menjelaskan secara rinci terkait status para pemain asing yang tak lagi masuk skuad. Ia menegaskan bahwa urusan tersebut merupakan kewenangan manajemen klub.
“Saya tidak tahu soal nasib pemain asing lama. Tugas saya hanya melatih tim. Untuk hal itu, silakan tanyakan ke manajemen,” ujar Milo.
Sebelumnya, pelatih asal Bosnia tersebut memang telah memberi sinyal akan melakukan perubahan signifikan demi memperbaiki performa tim di putaran kedua. Ia menilai Persis berada dalam situasi sulit dan membutuhkan keputusan besar agar bisa berkembang.
“Kami sadar ada masalah. Jika ingin maju, kami harus berubah dan mengambil keputusan. Kami sudah menganalisis apa yang tidak berjalan,” jelasnya dalam konferensi pers.
Milo juga menegaskan bahwa kehilangan beberapa pemain asing bukanlah masalah utama. Menurutnya, perubahan adalah kunci untuk memperbaiki kondisi tim dan menatap laga-laga berikutnya dengan lebih baik.












