Liganusantara.com – Persebaya Surabaya berhasil membawa pulang kemenangan meyakinkan saat melawat ke kandang PSIM Jogja pada pekan ke-18 Super League 2025/2026. Bertanding di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1/2026) sore WIB, tim berjuluk Bajul Ijo menang telak 3-0 dan menembus posisi enam besar klasemen sementara.
Meski berstatus tim tamu, Persebaya tampil disiplin dan efisien. PSIM Jogja sejatinya lebih dulu tampil menekan. Peluang awal tercipta pada menit ketujuh lewat sepakan Ze Valente, namun kiper Persebaya, Ernando Ari, masih mampu mengamankan bola. Ancaman kembali datang sepuluh menit kemudian setelah kesalahan operan Risto Mitrevski memberi ruang bagi Haljeta untuk berhadapan langsung dengan penjaga gawang, tetapi Ernando Ari kembali tampil gemilang menggagalkan peluang tersebut.
Ketangguhan lini belakang Persebaya akhirnya berbuah gol di akhir babak pertama. Berawal dari umpan silang diagonal Malik, Bruno Moreira melakukan penetrasi ke area penalti sebelum mengirimkan assist matang kepada Gali Freitas. Pemain asal Timor Leste itu tanpa ragu melepaskan tembakan keras ke sisi kiri gawang PSIM pada menit ke-45. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.
Babak Kedua: Persebaya Makin Efektif
Memasuki paruh kedua pertandingan, PSIM Jogja kesulitan membongkar pertahanan rapat Persebaya. Sejumlah percobaan dari luar kotak penalti, termasuk tendangan Ezequil Vidal, belum mampu mengancam gawang Ernando Ari. Sebaliknya, Persebaya tampil semakin tajam dalam memanfaatkan ruang yang tersedia.
Keunggulan tim tamu bertambah pada menit ke-74. Bruno Paraiba sukses melewati hadangan bek PSIM dan melepaskan sepakan keras dari jarak dekat yang tak mampu diantisipasi Cahya Supriadi. Gol tersebut membuat PSIM semakin tertekan.
Gol penutup tercipta sepuluh menit berselang. Rachmat Irianto melakukan aksi individu dengan melewati beberapa pemain lawan sebelum menyelesaikannya dengan sepakan akurat yang memastikan kemenangan Persebaya 3-0.
Van Gastel Akui Kekeliruan Strategi
Pelatih PSIM Jogja, Jean Paul van Gastel, tak menampik bahwa timnya melakukan kesalahan krusial yang berujung kekalahan. Ia menilai anak asuhnya mampu mengimbangi permainan Persebaya di babak pertama, namun kurang disiplin dalam penempatan posisi.
Menurut Van Gastel, gol pertama Persebaya terjadi akibat lemahnya organisasi bertahan. Ia menilai para pemain seharusnya lebih fokus melakukan penjagaan di area tengah, sehingga pemain kunci lawan tidak leluasa menerima bola.
Pada babak kedua, PSIM memilih bermain lebih terbuka demi mengejar ketertinggalan. Namun keputusan tersebut justru meningkatkan risiko di lini belakang. Van Gastel mengakui situasi tersebut memaksanya melakukan penyesuaian dengan menurunkan Rio dan Ramadzo sebagai bek tengah.
Walau unggul dalam penguasaan bola, PSIM Jogja gagal memaksimalkan peluang menjadi gol. Tambahan tiga poin membuat Persebaya kini mengoleksi 31 poin dan naik ke posisi keenam klasemen sementara. Di sisi lain, PSIM harus turun ke peringkat ketujuh dengan raihan 30 poin. Hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Laskar Mataram untuk memperbaiki keseimbangan permainan pada laga-laga berikutnya.












