LigaNusantara.com – Tim nasional sepak bola cerebral palsy (CP) Indonesia membuka kiprah mereka di ASEAN Para Games 2025 dengan hasil sangat meyakinkan. Skuad Merah Putih sukses menundukkan Malaysia dengan skor 3-0 pada pertandingan perdana yang digelar di Nakhon Ratchasima Rajabhat University Stadium, Thailand, Senin (19/1/2026) sore.
Sejak peluit awal dibunyikan, Indonesia langsung mengambil kendali permainan. Laga yang berlangsung selama dua babak masing-masing 30 menit tersebut didominasi penuh oleh tim Merah Putih.
Gol pembuka tercipta cepat melalui kapten tim, Yahya Hernanda, saat pertandingan baru memasuki menit keempat. Keunggulan 1-0 itu mampu dipertahankan hingga jeda turun minum.
Memasuki paruh kedua, dominasi Indonesia tidak mengendur. Yahya Hernanda kembali mencatatkan namanya sebagai pencetak gol pada menit ke-53 dan membawa Indonesia unggul 2-0. Gol penutup kemenangan dicetak oleh pemain pengganti, Rizki Mulyana, pada masa tambahan waktu babak kedua.
Tim sepak bola CP Indonesia sendiri merupakan skuad yang dipersiapkan untuk tampil di ajang Piala Dunia Sepak Bola Cerebral Palsy atau IFCPF World Cup 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat. Kepastian lolos ke turnamen dunia tersebut diraih setelah Indonesia melaju hingga partai final IFCPF Asia-Oceania Cup 2025.
Pelatih tim sepak bola CP Indonesia, Yanuar Dhuma Ardhiyanto, mengaku lega dengan raihan tiga poin di laga pembuka. Menurutnya, kemenangan ini menjadi bekal penting untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya di fase grup.
“Tiga poin di pertandingan pertama ini sangat krusial. Saya tekankan kepada para pemain bahwa kemenangan ini adalah modal awal,” ujar Yanuar dalam keterangan resmi NPC Indonesia.
Ia pun berharap timnya mampu meraih hasil maksimal pada tiga laga tersisa di babak penyisihan. Meski demikian, Yanuar menilai performa anak asuhnya masih belum sepenuhnya optimal. Sejumlah pemain dinilai masih merasakan tekanan di laga perdana.
Walau sebagian besar pemain telah memiliki pengalaman tampil di IFCPF Asia-Oceania Cup 2025, atmosfer persaingan di level Asia Tenggara tetap menghadirkan tantangan tersendiri.
“Permainan kami sebenarnya masih bisa ditingkatkan. Aliran bola belum secepat yang diharapkan. Mungkin karena masih beradaptasi dengan pertandingan pertama, tetapi itu akan kami evaluasi,” jelasnya.
Yanuar juga menekankan pentingnya peningkatan kepercayaan diri pemain serta penyesuaian dengan kondisi lapangan, agar performa tim semakin tajam pada laga selanjutnya.
“Sistem permainan sudah berjalan, namun para pemain masih ragu melakukan akselerasi. Faktor mental sangat berpengaruh. Jika rasa percaya diri meningkat, performa juga akan ikut naik,” tambahnya.
Di sisi lain, Yahya Hernanda turut memberikan evaluasi meski berhasil mencetak dua gol. Menurutnya, masih banyak aspek permainan yang perlu dibenahi, terutama dalam kerja sama tim.
“Secara individu, performa pemain masih harus ditingkatkan. Kondisi lapangan juga membuat pergerakan bola kurang lancar, jadi kami harus cepat beradaptasi,” ujar pemain kelahiran Martapura, 26 November 1996, tersebut.
Yahya mengaku belum sepenuhnya puas dengan brace yang ia cetak karena gol tersebut lebih banyak lahir dari inisiatif individu, bukan dari skema kolektif yang telah disiapkan tim pelatih.
“Kalau mengikuti arahan pelatih, sebenarnya saya belum puas. Saya ingin gol tercipta dari kerja sama tim, baik melalui pola maupun taktik. Namun, hari ini kami memang belum tampil maksimal,” katanya.
Meski demikian, Yahya menegaskan bahwa kemenangan ini menjadi motivasi penting bagi tim untuk melangkah lebih jauh. Ia mengingatkan bahwa setiap pertandingan di ASEAN Para Games 2025 harus diperlakukan layaknya laga final.
Sementara itu, Ketua Umum National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia), Senny Marbun, menyampaikan apresiasi atas performa tim sepak bola CP Indonesia.
“Malaysia adalah tim yang kuat. Namun, dengan persiapan yang cukup matang, hasil ini tidak terlalu mengejutkan,” ujar Senny.
Ia berharap tim Indonesia mampu melangkah hingga meraih gelar juara, meski menyadari bahwa tantangan terberat datang dari tuan rumah Thailand.
“Kami optimistis bisa bersaing dan melewati semua rintangan,” pungkasnya.












