Berita Liga 2Berita Liga 3Berita viral Sepak bolaBRI SUPER LEGUEFutsal IndonesiaInternasionalKualifikasi Piala Dunia 2026LAINYALiga Indonesia 2025/2026NEWSOlahragaPrediksi dan AnalisisSepakbolaSKOR TERKINITimnas Indonesia

Pegadaian Championship: PSS Sleman Gagal Menang atas Persela, Ansyari Lubis Tegaskan Masalah Konsentrasi di Pengujung Laga

×

Pegadaian Championship: PSS Sleman Gagal Menang atas Persela, Ansyari Lubis Tegaskan Masalah Konsentrasi di Pengujung Laga

Sebarkan artikel ini
PSS Ditahan Persela, Ansyari Lubis Soroti Hilangnya Fokus pada Menit Akhir
PSS Ditahan Persela, Ansyari Lubis Soroti Hilangnya Fokus pada Menit Akhir

Liganusantara.com, Sleman PSS Sleman kembali kehilangan poin penuh saat menjamu Persela Lamongan pada pekan ke-16 Pegadaian Championship 2025/2026. Bermain di Stadion Maguwoharjo, Minggu (18/1/2026) sore WIB, duel kedua tim berakhir dengan skor imbang 1-1.

Skuad Super Elang Jawa sempat berada di atas angin setelah Gustavo Tocantins membuka keunggulan lewat sundulan pada menit ke-37. Namun kemenangan yang sudah di depan mata buyar setelah Persela mencetak gol penyeimbang melalui Titan Agung di menit ke-86.

Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya meski gagal mengamankan tiga poin. Ia menilai pertandingan berlangsung menarik dan penuh dinamika.

“Saya tetap mengapresiasi perjuangan para pemain. Pertandingan tadi berjalan bagus dan menurut saya ini salah satu laga terbaik yang pernah saya saksikan,” ujar Ansyari usai pertandingan.

Fokus Menit Akhir Jadi Sorotan

Meski demikian, Ansyari mengakui bahwa kelengahan di menit-menit akhir menjadi penyebab utama gagalnya PSS meraih kemenangan. Ia menilai konsentrasi tim menurun jelang laga berakhir.

“Kami kehilangan fokus di saat-saat krusial. Hal seperti ini sangat menentukan dan akhirnya kami harus membayar mahal dengan gol balasan lawan. Ini jelas menjadi bahan evaluasi ke depan,” tegasnya.

Pelatih berusia 55 tahun itu kembali menekankan pentingnya menjaga fokus hingga peluit panjang dibunyikan wasit.

“Dalam sepak bola, pertandingan belum selesai sebelum 90 menit benar-benar berakhir. Kehilangan konsentrasi di akhir laga sangat berbahaya dan ini akan menjadi pekerjaan rumah bagi kami,” lanjutnya.

Debut Lucao Dinilai Positif

Ansyari juga menanggapi penampilan bek anyar asal Brasil, Lucao, yang menjalani debut bersama PSS. Ia menilai sang pemain tampil cukup solid dan mulai menemukan chemistry dengan Fachruddin Aryanto.

“Penampilannya cukup baik. Dia mampu mengatur lini belakang dan komunikasinya dengan Fachruddin juga berjalan. Tapi sepak bola bukan soal satu atau dua pemain saja,” ungkapnya.

Menurut Ansyari, kerja kolektif seluruh tim masih perlu ditingkatkan, terutama dalam membantu lini pertahanan.

“Bertahan itu bukan hanya tugas bek. Semua pemain harus terlibat, termasuk dalam mengantisipasi situasi-situasi berbahaya,” jelasnya.

Bantah Terlalu Agresif Menyerang

Menanggapi pernyataan pelatih Persela, Bima Sakti, yang menyebut PSS terlalu bernafsu menambah gol hingga membuka ruang di sektor sayap, Ansyari memiliki pandangan berbeda.

“Saya rasa justru sebaliknya. Kami lebih banyak bermain lewat serangan balik. Anak-anak bermain sesuai alur, bukan karena ingin memaksakan gol tambahan,” katanya.

Ia menilai gol balasan Persela lebih disebabkan kurangnya antisipasi terhadap crossing dan bola kedua di area pertahanan.

“Sebelum gol terjadi, mereka beberapa kali mengirim umpan silang. Saat itu, kami kalah dalam duel udara dan penguasaan bola kedua. Itu yang luput dari perhatian,” paparnya.

Ega Rizky Sampaikan Permohonan Maaf

Di sisi lain, kiper PSS Sleman, Ega Rizky, menyampaikan permohonan maaf kepada suporter atas hasil imbang tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan sepanjang pertandingan.

“Atas nama pemain, saya mengucapkan terima kasih kepada suporter yang sudah mendukung kami. Kami juga mohon maaf karena hanya bisa meraih satu poin,” ujar Ega.

Ia berharap PSS bisa tampil lebih baik pada laga-laga berikutnya.

“Kami akan bekerja lebih keras lagi ke depannya. Semoga di pertandingan selanjutnya hasil yang lebih baik bisa kami raih,” tuturnya.

Hasil imbang ini membuat PSS Sleman tetap berada di posisi kedua klasemen sementara Grup Timur Pegadaian Championship dengan raihan 34 poin. Sementara Persela Lamongan menempati peringkat keenam dengan total 26 poin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *