BRI SUPER LEGUENEWSTRENDING

PSIM Yogyakarta Tunjukkan Daya Saing Kuat di Paruh Musim BRI Super League 2025/2026

×

PSIM Yogyakarta Tunjukkan Daya Saing Kuat di Paruh Musim BRI Super League 2025/2026

Sebarkan artikel ini
PSIM Yogyakarta Tunjukkan Daya Saing Kuat di Paruh Musim BRI Super League 2025/2026
PSIM Yogyakarta Tunjukkan Daya Saing Kuat di Paruh Musim BRI Super League 2025/2026

Liganusantara.com, Jakarta – PSIM Yogyakarta menuntaskan putaran pertama BRI Super League musim 2025/2026 dengan performa yang cukup mengesankan. Berstatus sebagai tim promosi, Laskar Mataram mampu menembus posisi enam besar klasemen sementara dengan perolehan 30 poin.

Dari total 17 pertandingan yang telah dijalani, PSIM mencatatkan delapan kemenangan, enam hasil imbang, serta tiga kekalahan. Catatan tersebut menjadikan PSIM sebagai salah satu pendatang baru yang paling stabil sepanjang paruh musim pertama.

Konsistensi yang ditampilkan bukan hasil kebetulan. Peran pemain asing terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga keseimbangan permainan tim asuhan Jean-Paul van Gastel.

Lini Pertahanan Menjadi Penopang Utama

Di sektor belakang, PSIM banyak mengandalkan duet Yusaku Yamadera dan Franco Ramos. Keduanya secara reguler mengisi jantung pertahanan dan memberikan kestabilan di area defensif.

Yusaku sempat tampil dalam 13 laga sebelum harus menepi akibat cedera yang membuatnya absen dalam empat pertandingan terakhir putaran pertama. Sementara itu, Franco Ramos tampil hampir penuh dengan 16 penampilan dan menutup paruh musim dengan mencetak satu gol ke gawang Madura United pada 10 Januari 2026.

Secara keseluruhan, PSIM telah kebobolan 18 gol. Angka tersebut masih terbilang solid bagi tim promosi yang kerap menghadapi tekanan dari klub-klub berpengalaman di kasta tertinggi.

Kontrol Permainan dari Lini Tengah

Kestabilan PSIM juga terlihat di lini tengah berkat duet Ze Valente dan Rakhmatsho Rakhmatzoda. Kedua gelandang ini menjadi pilihan utama selama kondisi fisik dan kedisiplinan memungkinkan.

Ze Valente tampil sebagai motor serangan dengan sumbangan lima gol dan tiga assist. Pemain asal Portugal tersebut berperan penting dalam mengatur tempo serta distribusi bola.

Sementara itu, Rakhmatsho menghadirkan keseimbangan melalui kekuatan fisik dan peran defensif yang disiplin. Kombinasi keduanya membuat permainan PSIM lebih terstruktur, namun tetap tajam saat membangun serangan.

Daya Gedur Lini Depan dan Variasi Sayap

Di sektor depan, Nermin Haljeta menjadi ujung tombak utama. Meski belum sepenuhnya konsisten dalam mencetak gol, penyerang asal Slovenia itu tetap memberi kontribusi penting dengan torehan empat gol dan empat assist dari 17 laga.

Pergerakan Haljeta tanpa bola sering membuka ruang bagi pemain lain untuk menusuk ke area pertahanan lawan. Peran tersebut kerap menjadi bagian penting dalam skema serangan tim.

PSIM juga memiliki opsi di sisi sayap melalui Ezequiel Vidal, Deri Corfe, dan Anton Fase. Ketiganya menawarkan variasi permainan lewat kecepatan, kreativitas, serta kemampuan duel satu lawan satu.

Sementara itu, satu pemain asing lainnya, Donny Warmerdam, belum sempat mencatat debut resmi karena masih dalam tahap pemulihan cedera. Adapun Rafinha telah meninggalkan tim dan melanjutkan karier bersama PSIS Semarang setelah minim kesempatan bermain di paruh musim pertama.

Secara umum, kontribusi para pemain asing menjadi fondasi penting bagi PSIM Yogyakarta dalam menjaga daya saing. Jika konsistensi ini mampu dipertahankan, peluang Laskar Mataram untuk terus berada di papan atas hingga akhir musim tetap terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *