Liganusantara.com, Jakarta – Persita Tangerang menyelesaikan paruh pertama BRI Super League musim 2025/2026 dengan hasil yang patut diapresiasi. Tim asal Tangerang tersebut kini menempati peringkat kelima klasemen sementara setelah mengoleksi 31 poin.
Capaian ini menjadi kejutan positif bagi pendukung Persita. Pasalnya, sebelum kompetisi bergulir, banyak pengamat memprediksi Pendekar Cisadane akan kesulitan dan berada di zona bawah klasemen. Namun, performa yang konsisten justru membawa mereka bersaing di papan atas.
Meski demikian, Persita memilih untuk tidak larut dalam euforia. Tim tetap menjaga sikap realistis sambil menyusun target jangka panjang secara bertahap.
Fondasi Kuat dari Kerja Tim

Keberhasilan Persita tidak diraih secara instan. Konsistensi permainan lahir dari kerja sama tim yang solid dan disiplin di setiap pertandingan. Para pemain tampil dengan fokus penuh tanpa memandang kekuatan lawan.
Pelatih Persita, Carlos Pena, menekankan pentingnya menjaga kerendahan hati meski hasil tim cukup menjanjikan. Menurutnya, setiap laga memiliki bobot yang sama. Ia menilai timnya harus tetap membumi walaupun memiliki target besar di akhir musim.
Pena juga menyebut bahwa pendekatan bertahap menjadi kunci utama dalam menjaga performa. Ia menegaskan bahwa timnya memilih untuk berkonsentrasi menghadapi satu pertandingan ke pertandingan berikutnya tanpa terburu-buru memikirkan target besar.
Jeda kompetisi menjelang putaran kedua turut dimanfaatkan secara maksimal oleh Persita. Masa istirahat ini memberi kesempatan bagi tim pelatih untuk melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun mental pemain.
Bagi Pena, jeda tersebut menjadi momentum penting untuk memperbaiki detail permainan dan mempersiapkan strategi baru menghadapi paruh kedua musim.
Tetap Berani di Tengah Persaingan Elit

Persaingan di papan atas BRI Super League musim ini berlangsung sengit. Sejumlah klub dengan kekuatan finansial besar seperti Persib Bandung, Borneo FC, Persija Jakarta, dan Malut United masih mendominasi empat besar klasemen.
Carlos Pena menyadari bahwa Persita tidak berada dalam kelompok tim dengan anggaran terbesar. Namun, hal tersebut tidak membuatnya gentar. Ia menegaskan bahwa fokus utama tetap pada performa di lapangan, bukan perbandingan bujet.
Pelatih berusia 41 tahun itu mengaku puas dengan sikap dan kerja keras yang ditunjukkan para pemain sepanjang putaran pertama. Semangat bertarung dan ambisi tinggi dinilai menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan ke depan.
Persita dijadwalkan mengawali putaran kedua dengan menjamu Bhayangkara FC pada pekan ke-18. Pertandingan tersebut akan digelar di Indomilk Arena, Tangerang, pada 24 Januari 2026 pukul 15.30 WIB.
Laga kandang ini menjadi ujian awal bagi Persita untuk mempertahankan posisi di papan atas. Dengan kombinasi sikap rendah hati dan tekad kuat, Pendekar Cisadane berharap dapat terus bersaing di jalur elite BRI Super League musim ini.












