LigaNusantara.com – Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menyatakan bahwa kedisiplinan menjadi salah satu alasan utama pemilihan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Sumardji saat tampil di program Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Selasa (13/1/2026). Menurutnya, timnas Indonesia perlu kembali menegakkan disiplin karena pada periode sebelumnya, di bawah arahan Patrick Kluivert, suasana tim dianggap terlalu santai.
“Kami memutuskan memilih John Herdman salah satunya karena kedisiplinannya,” ungkap Sumardji.
Ia menambahkan bahwa dalam perbincangan panjang dengan Herdman, topik utama yang dibahas adalah disiplin dan mental pemain. Sumardji menekankan bahwa membangun kedua aspek tersebut merupakan fondasi karakter tim yang harus diperkuat kembali.
“Kami ingin mengembalikan disiplin dan mental sebagai bagian dari karakter tim, yang sempat longgar pada era sebelumnya,” kata Sumardji.
Ia berharap Herdman mampu memperkuat nilai-nilai kedisiplinan yang sempat longgar, baik untuk pemain lokal maupun diaspora. “Pada era Kluivert, suasananya terlalu rileks sehingga berdampak kurang baik. John sudah menjelaskan bagaimana menyeimbangkan hal ini agar menjadi kekuatan tim ke depan,” tambahnya.
John Herdman resmi diperkenalkan sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia pada Selasa (13/1/2026). Pelatih berusia 50 tahun itu menekankan bahwa pendekatan personal menjadi prioritas awal sebelum membahas strategi teknis dan target besar tim.
Selama libur Natal dan Tahun Baru, Herdman sudah memulai komunikasi dengan para pemain. “Saya mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru kepada banyak pemain bersama keluarga mereka,” ujar Herdman kepada media, termasuk BolaSport.com.
Herdman juga telah melakukan dialog mendalam dengan beberapa pemain, termasuk kapten Jay Idzes. Ia menjelaskan bahwa percakapan ini bukan untuk membahas Piala Dunia 2030, tetapi untuk saling mengenal sebagai individu dan memperkenalkan dirinya sebagai pelatih.
“Dalam dua minggu ke depan, saya akan mengadakan konferensi video dengan para pemain untuk memahami kampanye kualifikasi Piala Dunia 2030, mendengar sudut pandang mereka, dan memahami motivasi mereka bermain untuk Indonesia serta harapan mereka selama perjalanan ini,” jelas Herdman.












