Liganusantara.com, Jakarta – Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, memberikan sorotan tajam kepada Jay Idzes dan rekan-rekannya setelah timnya kalah 0-2 dari AS Roma pada pekan ke-20 Liga Italia 2025-2026. Menurut Grosso, kekalahan di Stadio Olimpico menjadi pelajaran penting bagi Neroverdi yang kesulitan mempertahankan konsistensi permainan.
Pertandingan berlangsung di markas AS Roma, Stadio Olimpico, Roma, Minggu (11/1/2026) dini hari WIB. Sassuolo datang dengan modal percaya diri tinggi, tetapi pulang tanpa poin setelah tuan rumah mencetak dua gol di menit-menit akhir.
Pada babak pertama, Sassuolo menunjukkan keberanian. Jay Idzes dan rekan-rekannya mampu mengimbangi ritme permainan AS Roma dan sempat menguasai bola dalam beberapa periode pertandingan. Beberapa peluang emas berhasil diciptakan, termasuk lewat umpan kunci Idzes yang membukakan dua peluang bagi Ismael Kone, sayangnya gagal dimanfaatkan.
Masalah muncul di babak kedua ketika AS Roma meningkatkan intensitas serangan. Lini pertahanan Sassuolo kesulitan menghadapi tekanan bertubi-tubi dari tuan rumah.
Gol Telat yang Menentukan Hasil
AS Roma akhirnya membuka skor pada menit ke-76 melalui Manu Kone, yang menjadi titik balik pertandingan. Hanya tiga menit kemudian, Matias Soule menambah keunggulan, memastikan kemenangan I Giallorossi sekaligus menghentikan peluang Sassuolo mencuri poin.
Fabio Grosso menilai timnya sudah tampil dengan keberanian dan disiplin, terutama selama 70 menit pertama. Namun, kegagalan memanfaatkan peluang menjadi faktor penentu.
“Saya menilai performa tim dengan serius. Bermain 70 menit pertama dengan keberanian dan menciptakan peluang itu tidak mudah, tetapi jika Anda tidak bisa mencetak gol melawan tim sekelas ini, hasilnya akan sulit,” ujar Grosso dikutip dari Sassuolo News.
Pelatih asal Italia ini mengaku kecewa dengan hasil akhir, tetapi menekankan pentingnya evaluasi bagi timnya.
“Kami kecewa, tapi ini menjadi pelajaran. Kami akan terus bekerja keras untuk meraih poin di setiap laga berikutnya,” tambahnya.
Grosso menegaskan bahwa pengalaman menghadapi pertandingan berat seperti ini menjadi modal berharga bagi Sassuolo.
“Ini bagian dari proses belajar. Pengalaman seperti ini akan membantu kami berkembang dan meningkatkan performa,” pungkasnya.












