AFC Champions League Two 2025/2026AFF U-23 2025Futsal IndonesiaLiga Indonesia 2025/2026NEWSOlahragaPrediksi dan AnalisisSepakbolaSKOR TERKINISKOR TERKINITimnas Indonesia

Persita vs Borneo FC: Faktor Penyebab Pesut Etam Takluk di Indomilk Arena

×

Persita vs Borneo FC: Faktor Penyebab Pesut Etam Takluk di Indomilk Arena

Sebarkan artikel ini
Persita vs Borneo FC: Faktor Penyebab Pesut Etam Takluk di Indomilk Arena
Persita vs Borneo FC: Faktor Penyebab Pesut Etam Takluk di Indomilk Arena

Liganusantara.com, JakartaBorneo FC harus pulang dengan tangan hampa usai bertandang ke markas Persita Tangerang dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Duel yang digelar di Stadion Indomilk Arena, Jumat (9/1), berakhir dengan skor 0-2 untuk kemenangan tuan rumah.

Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, mengaku sangat kecewa dengan performa anak asuhnya. Ia menilai timnya tampil jauh di bawah standar dan memang pantas menelan kekalahan pada pertandingan tersebut.

Menurut Lefundes, permainan Borneo FC sama sekali tidak mencerminkan kualitas tim papan atas. Ia menegaskan bahwa sejak awal laga, timnya gagal menunjukkan kesiapan yang seharusnya dimiliki.

Gol Cepat Mengganggu Rencana Permainan

Persita langsung mengambil inisiatif sejak menit awal dan berhasil membuka keunggulan ketika pertandingan baru berjalan tiga menit. Gol cepat tersebut membuat rencana permainan Borneo FC berantakan.

Setelah tertinggal, Pesut Etam kesulitan mengontrol tempo dan gagal menemukan ritme permainan. Sebaliknya, Persita tampil lebih tenang, disiplin, dan efektif dalam memanfaatkan ruang.

Peluang Terbuang dan Tekanan Beruntun

Borneo FC sebenarnya sempat mendapatkan peluang emas saat skor masih 0-1. Namun kesempatan tersebut gagal dimaksimalkan, sesuatu yang disesalkan langsung oleh sang pelatih.

Ketidakmampuan mengonversi peluang membuat tekanan semakin besar. Sepanjang sisa pertandingan, Borneo FC tampak kesulitan menembus pertahanan Persita dan jarang menciptakan ancaman berarti.

Keunggulan Persita di Bola Mati

Persita Tangerang dinilai tampil sangat efektif, terutama dalam situasi transisi cepat dan bola mati. Lefundes mengakui bahwa kekuatan Persita dalam set piece menjadi salah satu faktor pembeda dalam laga ini.

Selain itu, sejumlah pergantian pemain yang dilakukan Borneo FC pada babak kedua tidak memberikan dampak sesuai harapan. Bahkan, perubahan strategi akibat cedera pemain justru membuat performa tim semakin menurun.

Tetap di Puncak, Tapi Jadi Alarm Bahaya

Meski menelan kekalahan, Borneo FC masih bertahan di puncak klasemen sementara Liga 1 dengan koleksi 37 poin. Namun hasil ini menjadi peringatan serius bahwa evaluasi mendalam perlu segera dilakukan.

Fabio Lefundes menegaskan timnya harus segera berbenah agar tidak mengulangi kesalahan serupa di laga-laga berikutnya, terutama menghadapi jadwal padat dan persaingan yang semakin ketat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *