Liganusantara.com, Jakarta – Nama Pascal Struijk sempat mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia. Bek berusia 26 tahun tersebut pernah dikabarkan masuk dalam daftar pemain keturunan yang berpotensi memperkuat Timnas Indonesia.
Isu itu ramai dibicarakan sekitar tahun 2020, ketika PSSI aktif menjajaki pemain diaspora demi meningkatkan daya saing Skuad Garuda. Struijk disebut memiliki garis keturunan Indonesia, sehingga membuka peluang naturalisasi.
Namun, harapan tersebut akhirnya meredup. Pascal Struijk menegaskan bahwa hingga kini dirinya masih memprioritaskan peluang membela Timnas Belanda. Pernyataan itu ia sampaikan dalam wawancara bersama ESPN Belanda beberapa waktu lalu.
Meski belum berjodoh dengan Timnas Indonesia, perjalanan karier Struijk tetap menarik untuk disimak. Berikut empat fakta penting tentang pemain yang kini menjadi pilar Leeds United tersebut.
1. Karier Berkembang Pesat Bersama Leeds United

Pascal Struijk resmi bergabung dengan akademi Leeds United pada 2018 setelah menimba ilmu sepak bola di Belanda. Keputusan hijrah ke Inggris terbukti tepat, karena kariernya berkembang pesat bersama klub berjuluk The Whites itu.
Ia melakoni debut bersama tim utama Leeds pada Januari 2019 di ajang Piala FA. Sejak saat itu, Struijk perlahan menjadi bagian penting skuad, termasuk saat Leeds sukses promosi ke Premier League musim 2019/2020.
Postur tubuh tinggi, kemampuan duel udara yang solid, serta ketenangan dalam membaca permainan membuatnya dipercaya sebagai salah satu bek andalan Leeds.
2. Produk Akademi ADO Den Haag
Sebelum merantau ke Inggris, Struijk mengawali karier sepak bolanya di akademi ADO Den Haag sejak usia tujuh tahun. Ia menimba ilmu di sana selama satu dekade, dari 2006 hingga 2016.
Setelah itu, Struijk sempat memperkuat Ajax Amsterdam U-19 pada periode 2016–2018. Pengalaman di dua akademi besar Belanda tersebut membentuk fondasi teknik dan pemahaman taktik yang kuat dalam permainannya.
3. Jam Terbang Tinggi di Premier League
Sejak menembus tim utama Leeds United, Pascal Struijk telah mencatatkan lebih dari 100 penampilan resmi di Premier League. Total ia bermain dalam 105 pertandingan dengan akumulasi waktu bermain mencapai 8.048 menit.
Kontribusinya juga tak sebatas bertahan. Struijk mampu menyumbangkan empat gol dan dua assist, catatan yang cukup impresif untuk pemain bertahan.
4. Bek Serba Bisa dengan Fleksibilitas Tinggi

Tak hanya piawai sebagai bek tengah, Pascal Struijk dikenal sebagai pemain yang serbabisa. Ia kerap dimainkan sebagai bek kiri, bahkan sesekali mengisi peran gelandang bertahan.
Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah besar, terutama di kompetisi seketat Premier League. Kemampuan beradaptasi di berbagai posisi membuatnya tetap relevan dalam berbagai skema permainan pelatih.












