Liganusantara.com, Jakarta – John Heitinga akhirnya menentukan arah kariernya dengan menerima peran sebagai asisten pelatih Tottenham Hotspur, setelah sebelumnya menolak peluang menangani tim nasional Indonesia.
Pelatih asal Belanda itu memilih posisi pendamping pelatih kepala ketimbang langsung mengambil tanggung jawab sebagai bos utama. Heitinga sendiri berstatus tanpa klub sejak kontraknya bersama Ajax Amsterdam diputus pada November lalu.
Sebelum menganggur, Heitinga memiliki pengalaman cukup panjang sebagai asisten pelatih. Ia sempat bekerja di bawah arahan Arne Slot di Liverpool, serta mendampingi David Moyes ketika menangani West Ham United.
Nama Heitinga sempat mencuat sebagai kandidat kuat pelatih Timnas Indonesia. Faktor keturunan Indonesia membuatnya dikaitkan dengan kursi kosong di tim Garuda. Bahkan, PSSI disebut sudah melakukan pendekatan secara langsung kepada mantan bek timnas Belanda tersebut.
Media Belanda, Soccernews.nl, melaporkan bahwa Heitinga memilih menolak tawaran tersebut. Dalam laporannya, disebutkan federasi sepak bola Indonesia telah menghubungi Heitinga untuk menanyakan kesediaannya melatih tim nasional, namun sang pelatih belum tertarik menerima tugas itu.
Meski menutup peluang untuk saat ini, media tersebut menyebut pintu kerja sama di masa depan belum sepenuhnya tertutup. Jika menerima pinangan PSSI, Heitinga sejatinya akan menjadi pelatih asal Belanda kedua secara beruntun setelah Patrick Kluivert.
Sekitar sebulan sejak rumor tersebut beredar, Heitinga justru mendapatkan pekerjaan baru di Liga Inggris. Keputusannya ini bertepatan dengan penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia.
Di Tottenham Hotspur, Heitinga akan menjadi bagian dari staf kepelatihan Thomas Frank. Klub London Utara itu tengah berupaya bangkit setelah mengalami periode sulit di kompetisi domestik.
Frank menyambut kehadiran Heitinga dengan antusias. Ia menilai pengalaman sang mantan pemain belakang akan memberi kontribusi besar, khususnya dalam pengembangan lini pertahanan.
Sebagai mantan bek dengan jam terbang tinggi, Heitinga akan fokus membantu sesi latihan di lapangan sekaligus membawa pengalaman kepemimpinan dari berbagai level sepak bola.
Dibandingkan memikul tekanan besar sebagai pelatih kepala tim nasional, posisi asisten di Tottenham dinilai lebih ringan. Apalagi, situasi Frank yang juga berada di bawah sorotan membuka peluang bagi Heitinga untuk naik jabatan jika keadaan berubah.












