Berita viral Sepak bolaTimnas Indonesia

Timnas Indonesia Hadapi FIFA Series 2026 Tanpa Playmaker, Herdman Fokus Kolektivitas

×

Timnas Indonesia Hadapi FIFA Series 2026 Tanpa Playmaker, Herdman Fokus Kolektivitas

Sebarkan artikel ini
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman memimpin sesi latihan di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (24/3/2026)
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman memimpin sesi latihan di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (24/3/2026)

Liganusantara.comJakarta – Timnas Indonesia akan tampil di FIFA Series 2026 di Stadion SUGBK Jakarta pada Jumat (27/3/2026) dan Senin (30/3/2026) tanpa mengandalkan gelandang tipe playmaker.

Hal ini terlihat dari daftar gelandang yang dipanggil oleh pelatih John Herdman, seperti Joey Pelupessy, Ivar Jenner, Eliano Reijnders, dan Nathan Tjoe-A-On. Jumlah ini bisa bertambah jika Jordi Amat, yang kadang bermain sebagai gelandang bertahan di Persija Jakarta, turut diikutsertakan.

Pengamat sepak bola nasional, Alexander Sununu, menilai absennya sosok playmaker menjadi catatan penting.

“Dari semua pemain tengah yang tersedia, tidak ada spesialis playmaker. Padahal Timnas Indonesia butuh pengatur serangan,” ujar Alexander.

Masih Tahap Eksperimen

Menurut Alexander, kebijakan John Herdman menarik untuk disimak karena ini menjadi debutnya bersama Timnas Indonesia.

“Kita belum tahu rencana permainan yang akan diterapkan Herdman. Kemungkinan dia masih bereksperimen. Tanpa playmaker, bagaimana gaya permainan Timnas Indonesia nanti tentu menarik untuk diperhatikan,” ucapnya.

Alexander juga menyinggung nama Ricky Kambuaya, yang sejatinya memiliki kemampuan individu mumpuni dan berani memegang bola di lini tengah.

“Saya kurang tahu alasan Ricky dicoret. Padahal dia punya skill bagus dan berani improvisasi di area serang,” tambahnya.

Fokus pada Kolektivitas

Dengan susunan gelandang yang ada, Alexander memprediksi Herdman akan mengedepankan permainan kolektif daripada mengandalkan satu pemain sebagai pengatur serangan.

“Tanpa playmaker, Herdman kemungkinan memaksimalkan kolektivitas. Nathan Tjoe-A-On bisa menjadi penghubung antara lini tengah dan depan, Ivar Jenner atau Eliano Reijnders berperan sebagai destroyer, sementara Joey Pelupessy dan Jordi Amat fokus di gelandang bertahan. Semua harus saling menutup agar tidak terjadi kebocoran di tengah,” jelas Alexander.

Meski demikian, eks gelandang Timnas era 1980-an ini menekankan bahwa tim tetap membutuhkan gelandang yang kreatif dan punya kemampuan passing akurat saat transisi serangan balik.

“Sepertinya Herdman ingin gelandang pekerja keras, bukan yang stylish. Tapi siapa di antara mereka yang bisa mengirim umpan matang atau through pass ke flank? Kemampuan itu ada pada Thom Haye, sayangnya dia absen di FIFA Series 2026,” pungkas Alexander.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *