Liganusantara.com, Jakarta – Tahun 2025 menjadi periode penting dalam perjalanan Timnas Indonesia. Meski gagal melangkah ke Piala Dunia 2026 setelah tersingkir di putaran keempat kualifikasi, skuad Garuda justru menorehkan sejumlah tonggak bersejarah yang menunjukkan lonjakan kualitas signifikan.
Perjalanan mereka memang penuh dinamika. Dua kekalahan di Jeddah pada Oktober lalu dari Arab Saudi dan Irak memupus harapan tampil di putaran final. Namun di balik kekecewaan tersebut, terdapat banyak catatan positif yang layak dirayakan oleh publik sepak bola nasional.
Wakil Terbaik Asia Tenggara
Indonesia kini bisa menyebut diri sebagai tim terdepan di kawasan ASEAN. Sepanjang kualifikasi Piala Dunia, hanya Garuda yang mampu melangkah hingga babak keempat, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih negara Asia Tenggara lainnya.
Thailand dan Vietnam, yang selama ini menjadi rival utama, selalu terhenti di fase ketiga. Fakta ini menempatkan Indonesia sebagai barometer baru kekuatan sepak bola regional.
Lompatan di Peringkat Dunia
Performa impresif di lapangan turut berdampak pada posisi Indonesia di ranking FIFA. Pada Juli 2025, Timnas sempat bertengger di peringkat 118 dunia, angka terbaik dalam hampir 20 tahun terakhir.
Rekor tersebut mengulang masa keemasan ketika Indonesia pernah berada di posisi 110 dunia pada 2006. Meski kini turun tipis ke peringkat 122, peluang menembus 100 besar pada tahun berikutnya masih sangat terbuka.
Berani Menantang Raksasa Asia
Mentalitas Garuda juga mengalami peningkatan signifikan. Di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia, Indonesia mampu tampil percaya diri saat berhadapan dengan tim-tim papan atas Asia.
Dua kemenangan di Jakarta atas China dan Bahrain dengan skor identik 1-0 menjadi simbol kebangkitan tersebut. Hasil itu menjadi bukti bahwa Indonesia tak lagi sekadar penggembira, melainkan mulai diperhitungkan sebagai lawan serius di level benua.












