Liganusantara.com, SERANG – Sriwijaya FC mengalami salah satu malam paling kelam sepanjang kiprah profesional mereka ketika melawat ke kandang Adhyaksa FC pada pekan ke-18 Grup A Championship musim 2025–2026. Bertanding di Banten International Stadium, Kamis (29/1/2026) malam, Laskar Wong Kito tak berdaya dan harus menerima kekalahan telak dengan skor mencengangkan 0-15.
Hasil ini langsung tercatat sebagai kekalahan terbesar yang pernah dialami Sriwijaya FC dalam era sepak bola profesional. Sejak awal laga, permainan tim tamu terlihat rapuh dan kesulitan mengimbangi intensitas serangan agresif yang diperagakan Adhyaksa FC.
Badai Gol Tak Terbendung Sejak Menit Awal
Petaka bagi Sriwijaya FC sudah dimulai ketika pertandingan baru memasuki menit pertama. Makan Konate membuka keunggulan cepat bagi tuan rumah, sebelum kembali mencatatkan namanya di papan skor empat menit berselang. Tekanan terus berlanjut, dan Ramiro Fergonzi memperlebar jarak lewat gol pada menit ke-15.
Babak pertama benar-benar menjadi panggung bagi Adilson Silva. Penyerang asal Brasil tersebut tampil menggila dengan mencetak empat gol beruntun pada menit ke-24, 34, 36, dan 44. Skor 7-0 pun menutup 45 menit pertama.
Memasuki paruh kedua, dominasi Adhyaksa FC sama sekali tidak mengendur. Lini pertahanan Sriwijaya FC semakin kehilangan organisasi, memberi ruang luas bagi lawan. Adilson Silva kembali menambah dua gol pada menit ke-48 dan 64, menjadikan total koleksi golnya menjadi enam.
Penderitaan tim tamu kian lengkap setelah Miftahul Hamdi mencetak tiga gol cepat di menit ke-71, 75, dan 82. Makan Konate turut menyempurnakan penampilannya lewat gol di menit ke-74, sementara Ramiro Fergonzi mencetak dua gol tambahan pada menit ke-66 dan masa injury time (90+4’). Laga pun berakhir dengan skor telak 15-0.
Budi Sudarsono Terdiam di Pinggir Lapangan
Usai peluit panjang dibunyikan, sorotan kamera tertuju ke bangku cadangan Sriwijaya FC. Pelatih kepala Budi Sudarsono tampak tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Mantan striker timnas Indonesia itu terlihat terdiam, bersandar di kursi, dengan sorot mata kosong mengarah ke lapangan.
Ekspresi tersebut mencerminkan beratnya hasil yang harus diterima timnya. Kekalahan ini membuat Sriwijaya FC semakin terpuruk di dasar klasemen dengan perolehan dua poin saja. Sebaliknya, kemenangan besar ini mengangkat Adhyaksa FC ke jajaran papan atas klasemen dengan total 33 poin, terus menekan Garudayaksa FC yang masih bertengger di posisi puncak.












