Liganusantara.com, Jakarta – Kehadiran John Herdman di kursi pelatih Timnas Indonesia akan diperkuat oleh sosok asisten berpengalaman, yakni Simon Grayson. Kolaborasi keduanya diyakini mampu meningkatkan performa skuad Garuda setelah kegagalan menembus Piala Dunia 2026.
Simon Grayson dikenal luas di kancah sepak bola Inggris. Pria berusia 56 tahun itu memiliki rekam jejak panjang sebagai pelatih sejumlah klub, seperti Blackpool, Leeds United, Huddersfield Town, Preston North End, Sunderland, hingga Bradford City.
Tak hanya sukses sebagai pelatih, Grayson juga memiliki karier bermain yang solid. Ia pernah memperkuat klub-klub seperti Leicester City, Aston Villa, Blackburn Rovers, dan Blackpool sebagai pemain bertahan andalan.
Dengan pengalaman yang begitu kaya, Grayson dinilai sebagai sosok ideal untuk mendampingi Herdman, terutama menjelang ajang FIFA Series 2026 yang akan segera digelar.
Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, menyebut bahwa Grayson membawa kualitas yang tidak diragukan lagi.
Menurutnya, Grayson menyambut antusias peran barunya sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia. Ia juga merasa bersyukur bisa bekerja sama kembali dengan Herdman, yang disebutnya sebagai sahabat.
Pelatih Berpengalaman

Ropan—sapaan akrab Ronny Pangemanan—menegaskan bahwa Grayson bukan sosok sembarangan. Pengalamannya di Inggris menjadi bukti kapasitasnya.
Ia menyoroti keberhasilan Grayson membawa beberapa klub promosi ke kasta tertinggi sepak bola Inggris. Klub-klub seperti Blackpool, Leeds United, Huddersfield Town, dan Preston North End pernah merasakan sentuhan sukses darinya.
Keberhasilan tersebut menjadi nilai tambah yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi Timnas Indonesia.
Tantangan Baru di Timnas Indonesia

Menjalani peran sebagai asisten pelatih tim nasional tentu menjadi pengalaman baru sekaligus tantangan bagi Grayson. Ia diharapkan mampu memberikan kontribusi maksimal demi mengangkat kembali prestasi sepak bola Indonesia.
Ropan menilai, Grayson akan bekerja sepenuh hati membantu Herdman dalam membangun kembali kekuatan tim, terutama setelah kegagalan di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Momentum ini dianggap tepat untuk memulai era baru. Dengan pelatih dan staf yang kompeten, diharapkan Timnas Indonesia dapat menunjukkan semangat dan performa yang lebih baik ke depan.












