liganusantara.com – ,Jakarta Kedatangan Dion Markx ke Persib Bandung pada paruh kedua BRI Super League langsung menarik perhatian publik. Bek muda berusia 20 tahun ini resmi bergabung sebagai free transfer dari NEC Nijmegen U-21, membawa reputasi sebagai salah satu pemain potensial Timnas Indonesia U-23.
Meski begitu, tantangan bagi Dion tidaklah ringan. Lini belakang Persib dikenal solid dan dihuni pemain berpengalaman, sehingga peluangnya untuk mendapatkan menit bermain menjadi bahan perbincangan menarik.
Lini Belakang Persib yang Kuat

Sektor bek tengah Persib saat ini termasuk yang paling kompetitif di liga. Konsistensi pemain inti membuat rotasi menjadi sulit, khususnya bagi pemain baru seperti Dion Markx.
Julio Cesar menjadi andalan utama, tampil stabil sepanjang musim, biasanya berduet dengan Patricio Matricardi, kombinasi yang sudah teruji di lebih dari 20 laga. Kehadiran Federico Barba, bek asal Italia dengan pengalaman Serie A, semakin memperkuat lini belakang. Kondisi ini menunjukkan Dion bergabung ke tim yang sebenarnya tidak kekurangan opsi di jantung pertahanan.
Peluang untuk Dion Markx

Meskipun persaingan ketat, Dion tetap memiliki beberapa peluang untuk tampil. Keunggulan utamanya adalah fleksibilitas posisi; ia bisa bermain sebagai bek tengah maupun gelandang bertahan, yang membuatnya bernilai bagi strategi modern.
Selain itu, regulasi pemain U-23 masih berlaku pada putaran kedua BRI Super League. Persib kini memiliki lebih banyak opsi untuk slot U-23, termasuk Dion, yang bisa digunakan tanpa mengganggu formasi utama tim.
Mentalitas dan Ambisi

Dion Markx menyikapi persaingan dengan kepala dingin. Meski menjadi pemain termuda di lini belakang Persib, ia tetap optimis dan siap bersaing.
“Saya masih muda dan kompetitif. Saya siap untuk bersaing,” ujar Dion, dikutip dari situs resmi klub.
Kesabaran, latihan konsisten, dan kesiapan mental menjadi kunci bagi Dion untuk mendapatkan kesempatan bermain dan menunjukkan kemampuannya di Persib Bandung.








