Berita Liga 2BOLATAIMENTLiga Indonesia 2025/2026OlahragaSepakbolaTransfer pemain

PSMS Medan Bertekad Bangkit ke Kasta Tertinggi, Presiden Klub: Ini Motivasi, Bukan Tekanan

×

PSMS Medan Bertekad Bangkit ke Kasta Tertinggi, Presiden Klub: Ini Motivasi, Bukan Tekanan

Sebarkan artikel ini
PSMS Medan Bertekad Bangkit ke Kasta Tertinggi, Presiden Klub: Ini Motivasi, Bukan Tekanan
PSMS Medan Bertekad Bangkit ke Kasta Tertinggi, Presiden Klub: Ini Motivasi, Bukan Tekanan

liganusantara.com – ,Jakarta PSMS Medan terus berupaya untuk bangkit dari masa-masa sulit. Tim berjuluk Ayam Kinantan, yang kini diasuh oleh pelatih Eko Purjianto, menargetkan kembali ke kasta tertinggi setelah sempat turun ke Liga 2 pada 2018.

Dengan mengandalkan nama besar, sejarah panjang klub, dan dukungan fanatik suporter, PSMS berambisi mengembalikan kejayaan masa lalu. Meski tantangan besar menanti, manajemen berkomitmen melakukan segala upaya agar panji-panji kebanggaan Sumatera Utara bisa kembali berkibar di level tertinggi.

Bermain di Liga 2 tidak membuat manajemen merasa tertekan. Justru sebaliknya, situasi ini menjadi dorongan untuk lebih giat berjuang. Hal itu diungkapkan Presiden Klub Fendi Jonathan dalam wawancara di kanal YouTube Bicara Bola.

“Ini bukan tekanan, tapi justru menambah semangat saya. Kita ini pria, punya ego, punya kebanggaan. Jadi ini menjadi motivasi untuk membawa klub kembali ke Liga 1,” ujar Fendi Jonathan.

Target Realistis

Manajemen menegaskan bahwa target musim ini bersifat realistis, mengingat persiapan yang relatif singkat, termasuk keterbatasan jumlah pemain.

“Kalau untuk musim ini, saya menilai peluangnya 70/30. Persiapan kita cuma satu bulan, mulai mencari pemain hingga latihan. Saat saya mengambil alih PSMS, kondisi tim benar-benar kosong, hampir tanpa pemain,” jelas Fendi Jonathan.

Meskipun perlahan, kesabaran dan ketekunan mulai menunjukkan hasil. Perubahan kecil mulai terlihat pada putaran kedua musim ini.

“Awal Agustus, saat latihan perdana, kami hanya punya 16 pemain. Secara bertahap kami mengisi kekosongan ini. Banyak pemain lama kontraknya habis dan pindah ke klub lain. Jadi, di putaran kedua, kami berusaha memaksimalkan tim. Sedikit demi sedikit, sekarang ada perkembangan yang lebih baik. Saya selalu melihat ini dari perspektif jangka panjang, bukan jangka pendek,” imbuhnya.

Mempertahankan Karakter PSMS

Dalam hal permainan, PSMS tetap mempertahankan ciri khasnya. Filosofi klub yang dikenal dengan permainan keras ala rap-rap tidak diubah.

“Strategi teknis tentu diserahkan kepada pelatih, tetapi karakter PSMS tetap sama: passing pendek dan rap-rap harus dijaga,” ujar Fendi.

Sebagai presiden klub, Fendi Jonathan mengakui menghadapi tantangan tersendiri, namun semua dijalani dengan tekad kuat untuk mengembalikan masa kejayaan PSMS.

“Setiap klub pasti punya tantangan masing-masing, termasuk PSMS. Di kondisi klub yang sedang tidak stabil, mencari pemain tidak selalu mudah. Saat ini, pemain bagus, khususnya lokal, belum tentu mau bermain di Liga 2. Banyak yang lebih memilih bermain di Liga 1,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *