Berita Liga 1

PSIS Semarang Kini Resmi Diberi Sanksi FIFA

×

PSIS Semarang Kini Resmi Diberi Sanksi FIFA

Sebarkan artikel ini
PSIS Semarang Kini Resmi Diberi Sanksi FIFA
PSIS Semarang Kini Resmi Diberi Sanksi FIFA

Jelang berakhirnya kompetisi BRI Liga 1 2024/2025 justru membuat beberapa tim justru menelan kabar buruk.

Terbaru, klub BRI Liga 1 2024/2025 yang terkena sanksi oleh FIFA kini semakin bertambah.

Setelah sebelumnya menimpa Persik Kediri dan PSM Makassar, kini giliran PSIS Semarang yang harus menerima hukuman dari Federasi Tertinggi Sepak Bola Dunia yakni, FIFA.

PSIS Semarang kini menjadi tim ketiga Liga Indonesia di musim ini yang diumumkan oleh FIFA untuk diberikan sanksi.

PSIS Semarang itu tercantum dalam daftar FIFA Registration Ban bersama dengan lima klub Indonesia lainnya seperti, Persiwa Wamena, Sada Sumut FC, Kalteng Putra, Persik Kediri, dan PSM Makassar.

Berdasarkan dari laman resmi FIFA, sanksi yang diberikan oleh FIFA kepada kepada PSIS Semarang berupa larangan transfer selama 3 musim.

Sanksi ini serupa dengan yang diterima oleh PSM Makassar pada 28 Maret 2025 lalu.

Sanksi yang diterima PSIS Semarang ini telah aktif dari 02 April 2025 lalu.

Sama seperti PSM Makassar dan Persik Kediri, sanksi yang diberikan oleh FIFA ini belum jelas apa penyebabnya.

Namun disinyalir hukuman tersebut dijatuhkan FIFA karena terkait dengan tunggakan gaji pemain yang dilakukan oleh PSIS Semarang.

PSIS Semarang memang belakangan ini tengah diisukan memiliki masalah terkait gaji para pemainnya.

Persoalan ini terungkap setelah penyerang andalan mereka, Evandro Brandao memutuskan kontrak secara sepihak pada 27 Maret 2025 lalu.

“Ini adalah keputusan yang sangat sulit. Tetapi ini adalah sebuah keputusan yang tidak dapat dihindari. Itu karena keterlambatan pembayaran gaji yang signifikan, yang kini telah melampaui empat bulan,” tulis Brandao dalam Instagramnya.

“Ini bukan hanya soal keuangan. Tapi, yang lebih penting adalah tentang rasa hormat dan nilai-nilai di dalamnya. Tidak pernah ada upaya yang sungguh-sungguh dari klub untuk menemukan solusi, atau bahkan untuk memahami kesulitan yang kami hadapi,” ungkap Brandao.

Hal ini juga dikonfirmasi langsung oleh CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, dirinya tidak membantah perihal adanya keterlambatan gaji.

Namun ia menolak jika mereka disebut menunggak gaji hingga 4 bulan.

“Kami akui memang ada keterlambatan gaji selama 12 hari. Tapi, yang bersangkutan (Brandao) justru melakukan tindakan indisipliner. Yakni mogok latihan dan tidak mau menjalankan tugasnya mengikuti pertandingan,” katanya dalam keterangan resmi.

“Bukannya membaik, tapi yang bersangkutan tetap tidak mau mengikuti pertandingan-pertandingan berikutnya. Sekarang kami fokus ke pemain yang ada,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *