liganusantara.com – ,Jakarta PSIM Yogyakarta belum mampu memetik hasil maksimal dalam tiga pertandingan terakhir BRI Super League 2025/2026. Meski demikian, pelatih Laskar Mataram, Jean-Paul van Gastel, menilai performa anak asuhnya masih menunjukkan perkembangan yang positif.
Pada laga teranyar pekan ke-20, PSIM harus puas berbagi poin setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persis Solo di Stadion Sultan Agung, Jumat (6/2/2026). Sebelumnya, PSIM menelan dua kekalahan beruntun, masing-masing saat takluk 0-3 dari Persebaya Surabaya dan kalah tipis 1-2 dari Borneo FC.
Van Gastel tidak menampik bahwa secara hasil, timnya memang belum meraih kemenangan dalam tiga laga tersebut. Namun ia menegaskan bahwa kualitas permainan PSIM patut mendapat apresiasi, terutama jika melihat kekuatan lawan yang dihadapi.
“Memang benar kami belum menang dalam tiga pertandingan terakhir. Tetapi kalau melihat siapa lawan kami, Persebaya memiliki anggaran yang jauh lebih besar, bahkan bisa empat kali lipat dari kami. Borneo FC juga saat ini berada di papan atas klasemen,” ujar Van Gastel.
Proses Adaptasi Sebagai Tim Pendatang Baru

Pelatih berusia 53 tahun itu juga menyoroti status PSIM sebagai tim promosi yang masih menjalani proses adaptasi di level tertinggi sepak bola nasional. Menurutnya, kondisi finansial klub yang terbatas membuat ruang gerak di bursa transfer menjadi sangat sempit.
“Kami adalah tim promosi dengan anggaran yang kecil. Pada jendela transfer kali ini, kami hampir tidak bisa melakukan perekrutan pemain. Untungnya, kami masih bisa menambah satu pemain bertahan,” jelasnya.
Pada bursa transfer paruh musim BRI Super League, PSIM memang hanya mendatangkan satu pemain anyar, yakni bek tengah asal Belanda, Jop van der Avert. Meski aktivitas transfer terbilang minim, Van Gastel tetap menaruh keyakinan terhadap arah pembangunan klub.
Ia memuji kinerja manajemen PSIM yang dinilainya konsisten membangun fondasi klub secara bertahap, baik dari sisi organisasi maupun struktur internal.
“Saya melihat klub ini bekerja dengan sangat baik. PSIM terus berkembang, baik secara organisasi maupun struktur tim. Kami sedang bertumbuh,” tambahnya.
Tim Promosi Paling Mengejutkan
Memasuki awal putaran kedua BRI Super League, PSIM Yogyakarta tampil sebagai tim promosi paling mencuri perhatian. Laskar Mataram saat ini berada di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan raihan 31 poin dari 20 pertandingan.
Reva Adi Utama dan kolega mencatatkan delapan kemenangan, tujuh hasil imbang, serta lima kekalahan. PSIM juga telah mengoleksi 24 gol dan hanya kebobolan 23 kali, sebuah catatan yang cukup solid untuk tim pendatang baru.
PSIM unggul dari sesama tim promosi lainnya, seperti Bhayangkara FC yang berada di posisi kesembilan dengan 26 poin. Sementara itu, Persijap Jepara masih berjuang keluar dari zona degradasi dan kini menempati peringkat ke-17 dengan koleksi 12 poin.








