Liganusantara.com, Jakarta – Nama Makan Konate kembali menjadi perhatian pecinta sepak bola Indonesia. Gelandang asal Mali tersebut kini tampil gemilang bersama Adhyaksa FC Banten di ajang Championship 2025/2026 dan berpeluang besar membawa timnya bersaing untuk promosi ke kasta tertinggi musim depan.
Bagi publik sepak bola nasional, Konate bukan sosok baru. Ia pernah membela sejumlah klub besar di Indonesia dan dikenal sebagai pemain yang mendapat dukungan dari berbagai kelompok suporter, mulai dari Bobotoh, Aremania, Jakmania, hingga Bonek.
Setia 331 Hari di Tengah Ketidakpastian
Salah satu kisah paling dikenang terjadi saat ia memperkuat Persebaya Surabaya. Konate tercatat bertahan di Surabaya selama 331 hari ketika kompetisi dihentikan akibat pandemi Covid-19 pada 2020.
Saat itu, banyak pemain asing memilih kembali ke negara masing-masing karena ketidakjelasan jadwal liga. Namun Konate memilih tetap tinggal di Indonesia dengan harapan kompetisi kembali berjalan. Ia bahkan sempat menyatakan keinginannya mempersembahkan gelar untuk para pendukung Persebaya.
Sayangnya, situasi tidak memungkinkan liga dilanjutkan. Pada Desember 2020, Konate akhirnya memutuskan berpisah dengan Persebaya. Dalam pesan perpisahannya, ia menyampaikan rasa terima kasih dan permintaan maaf kepada klub serta para pendukung atas janji yang belum sempat terwujud.
Manajemen klub kala itu juga mengakui sulitnya kondisi saat itu karena ketidakpastian penyelenggaraan kompetisi.
Petualangan di Klub Besar Indonesia
Setelah meninggalkan Persebaya, Konate melanjutkan kariernya di berbagai klub Indonesia. Ia pernah menjadi bagian penting Persib Bandung dan sukses meraih gelar Indonesia Super League 2014 bersama Maung Bandung.
Kepindahannya ke Persija Jakarta sempat memunculkan reaksi dari sebagian suporter, namun performanya tetap konsisten dan profesional di lapangan. Konate kemudian memperkuat beberapa klub lain seperti Arema FC, RANS Nusantara FC, Barito Putera, dan Persikabo 1973.
Di setiap tim, ia dikenal sebagai gelandang kreatif dengan kontribusi gol dan assist yang stabil.
Peran Besar di Adhyaksa FC
Kini, di usia 33 tahun, Konate masih menunjukkan kualitasnya. Bersama Adhyaksa FC, ia menjadi salah satu pemain kunci dalam persaingan papan atas Championship 2025/2026.
Dalam beberapa pertandingan awal musim, ia mencatat kontribusi gol dan assist yang membantu tim bersaing di posisi atas klasemen. Secara keseluruhan, performanya menunjukkan bahwa ia masih menjadi motor permainan di lini tengah.
Bergabung sejak akhir 2024, Konate langsung memberikan dampak positif. Pengalaman panjangnya di klub-klub besar membantu meningkatkan mental serta organisasi permainan tim.
Kontraknya bersama Adhyaksa FC juga diperpanjang hingga 2026, sebagai bentuk komitmen untuk membantu klub mencapai target promosi ke kompetisi yang lebih tinggi.
Simbol Profesionalisme
Kisah Konate bukan hanya tentang statistik dan trofi. Ia dikenal sebagai pemain dengan etos kerja tinggi, visi permainan tajam, serta kemampuan mencetak gol dari lini kedua. Keberadaannya sering menjadi pembeda dalam pertandingan-pertandingan penting.
Perjalanan panjangnya di Indonesia menjadikannya salah satu gelandang asing paling berpengaruh dalam satu dekade terakhir.
Dari Surabaya hingga Bandung, Jakarta, Malang, dan kini Banten, Konate telah meninggalkan jejak kuat di setiap klub yang dibelanya. Saat ini, babak baru kariernya bersama Adhyaksa FC menjadi lanjutan dari perjalanan panjang seorang pemain yang dikenal dengan dedikasi dan profesionalismenya di lapangan.












