LigaNusantara.com, Jakarta – Pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni, mengajak publik dan pendukung Timnas Indonesia untuk memahami bahwa kepemimpinan John Herdman membutuhkan waktu. Menurutnya, pelatih asal Inggris berusia 50 tahun tersebut bukan sosok yang mampu mengubah tim secara instan dalam waktu singkat.
Kusnaeni menekankan bahwa membangun tim nasional tidak bisa dilakukan secara ajaib. Proses bertahap menjadi kunci utama agar Timnas Indonesia benar-benar berkembang di bawah arahan Herdman.
Ia juga menilai penunjukan John Herdman menandai perbedaan pendekatan dibandingkan dua pelatih sebelumnya, yakni Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, yang sama-sama tidak bertahan lama.
“Kalau kita lihat, ini mencerminkan perubahan arah kebijakan PSSI dalam memilih pelatih tim nasional. Sebelumnya, federasi cenderung memilih sosok dengan nama besar, figur yang dianggap punya pengaruh dan latar belakang tertentu,” ujar Mohamad Kusnaeni dalam kanal YouTube Nusantara TV.
“Kini pendekatannya lebih objektif. Pemilihan John Herdman tidak didasarkan pada popularitas. Dari sisi nama, tentu tidak bisa disandingkan dengan Patrick Kluivert, bahkan dengan Shin Tae-yong sekalipun. Namun, yang jadi dasar utama adalah kinerja,” tambah pria yang akrab disapa Bung Kus itu.
Rekam Jejak Teruji

Lebih lanjut, Kusnaeni menilai John Herdman memiliki latar belakang kepelatihan yang jelas dan terbukti. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 setelah penantian panjang selama puluhan tahun.
“Ini benar-benar pelatih dengan rekam jejak nyata. Ia berhasil membawa Kanada tampil di Piala Dunia setelah 36 tahun. Itu bukan prestasi kecil,” ungkapnya.
Menurut Kusnaeni, keputusan PSSI memilih Herdman menunjukkan perubahan kebijakan yang patut diapresiasi. Federasi kini lebih menitikberatkan pada hasil kerja dan kemampuan membangun tim, bukan semata popularitas atau kesamaan latar belakang.
“Pemilihan ini menurut saya sangat positif karena berbasis kinerja, bukan nama besar,” katanya.
Dinilai Sosok Tepat untuk Program Jangka Menengah
Mohamad Kusnaeni juga menilai PSSI tidak keliru mempercayakan kursi pelatih Timnas Indonesia kepada John Herdman. Ia menilai pelatih tersebut cocok untuk program jangka menengah hingga panjang, termasuk target besar menuju Piala Dunia 2030.
“John Herdman bukan dipilih untuk target singkat. Ini proyek jangka menengah dan panjang. Kita bicara mimpi besar menuju Piala Dunia 2030,” jelas Kusnaeni.
Ia menambahkan, pengalaman Herdman bersama Kanada menunjukkan bahwa hasil tidak datang seketika. Meski mendapat waktu delapan tahun, pencapaian lolos Piala Dunia berhasil dibuktikan dalam empat tahun pertama.
“Artinya, jika kita memilih John Herdman sekarang, kita juga harus siap bersabar. Progresnya tidak instan, tidak bisa ‘sim salabim’. Yang dibutuhkan adalah kepercayaan pada proses dan evaluasi bertahap,” tutup Mohamad Kusnaeni.












