Liganusantara.com, Bandarlampung – Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, mengakui bahwa timnya menghadapi pertandingan yang tidak mudah saat melawan Arema Malang. Meski bermain di kandang sendiri, ia menilai tim tamu memiliki kualitas yang membuat laga berlangsung ketat.
Munster menjelaskan sejak awal timnya sudah memperkirakan pertandingan akan berjalan sulit. Arema dinilai memiliki kekuatan tim yang solid serta dihuni banyak pemain berkualitas, sehingga Bhayangkara harus tampil dengan konsentrasi penuh sepanjang pertandingan.
Menurutnya, bahkan ketika Arema bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit, tim tersebut tetap mampu memberikan tekanan dan berpotensi menciptakan peluang berbahaya jika lawan lengah.
Ia juga mengakui penampilan Bhayangkara pada babak pertama belum sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu, kondisi lapangan yang basah akibat hujan turut memengaruhi jalannya permainan kedua tim.
Memasuki babak kedua, Munster mengatakan tim pelatih melakukan evaluasi dan melakukan perubahan strategi dalam membangun serangan. Penyesuaian taktik tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah Bhayangkara mampu mencetak gol dan membalikkan keadaan.
“Yang terpenting bagi kami adalah meraih tiga poin. Ini merupakan kemenangan kelima tim dan tentu menjadi hasil yang sangat positif,” ujar Munster.
Gol Mbarga dan Sidibe Bawa Bhayangkara Menang
Dalam pertandingan tersebut, Bhayangkara Presisi Lampung FC berhasil meraih kemenangan 2-1 setelah sempat tertinggal lebih dulu. Gol pembuka dicetak oleh pemain Arema, Joel Vicinius, yang membuat tim tamu unggul pada awal laga.
Bhayangkara kemudian mampu membalikkan keadaan melalui gol yang dicetak oleh Privat Mbarga dan Muossa Sidibe, sehingga memastikan kemenangan bagi tuan rumah.
Sementara itu, Arema harus mengakhiri pertandingan dengan jumlah pemain yang lebih sedikit setelah dua pemainnya menerima kartu merah, yaitu Pablo Oliveira dan Dalberto.












