Liganusantara.com, Jose Mourinho kembali menciptakan malam penuh drama di Liga Champions. Pelatih kawakan asal Portugal itu sukses membawa Benfica menumbangkan Real Madrid dengan skor 4-2 dalam laga yang berakhir penuh emosi dan ketegangan. Kemenangan tersebut memastikan Benfica mengamankan tiket ke babak playoff kompetisi elite Eropa.
Pertandingan berlangsung panas sejak awal dan membuat publik Estadio da Luz bergemuruh. Hasil ini bukan sekadar kemenangan, tetapi juga menjaga asa Benfica tetap hidup di Liga Champions di bawah komando Mourinho.
Namun di balik euforia kemenangan, Mourinho mengungkap bahwa ia sempat berada dalam situasi membingungkan di pinggir lapangan. Sebuah miskomunikasi nyaris saja berujung petaka bagi timnya.
Salah Informasi yang Hampir Menghancurkan Segalanya

Saat Benfica unggul 3-2, Mourinho sempat mengira skor tersebut sudah cukup untuk meloloskan timnya ke fase berikutnya. Ia bahkan mengambil keputusan defensif pada pergantian pemain terakhir.
“Ketika saya melakukan pergantian terakhir dengan memasukkan Ivanovic dan Silva, saya diberi tahu bahwa skor itu sudah cukup,” ujar Mourinho.
Dengan asumsi tersebut, pelatih berusia 63 tahun itu memilih menutup permainan demi mengamankan hasil. Namun beberapa saat kemudian, kabar buruk datang.
“Tak lama setelah itu, saya diberi tahu kami masih membutuhkan satu gol lagi,” sambungnya.
Masalahnya, seluruh jatah pergantian pemain sudah habis. Mourinho hanya bisa berharap keajaiban terjadi di sisa waktu tambahan.
Anatoliy Trubin, Kiper yang Menjadi Penyelamat
Keajaiban itu benar-benar hadir pada menit ke-98. Dalam situasi tendangan bebas krusial, kiper Benfica, Anatoliy Trubin, nekat maju ke kotak penalti lawan.
Tak disangka, penjaga gawang asal Ukraina tersebut sukses menyambut bola dengan sundulan keras yang berbuah gol. Skor berubah menjadi 4-2 dan langsung memastikan keunggulan selisih gol Benfica atas Real Madrid.
“Itu momen keberuntungan. Tendangan bebas memungkinkan kiper kami naik ke depan,” kata Mourinho.
Trubin sendiri mengaku tak sepenuhnya memahami situasi genting saat itu.
“Saya tidak tahu apa yang sebenarnya kami butuhkan. Saya hanya mengikuti instruksi untuk maju,” ujar Trubin singkat.
Keputusan nekat itu pun menjadi momen bersejarah yang menjatuhkan mental Los Blancos di detik terakhir.
Kemenangan Berarti di Tengah Musim yang Berat
Kemenangan atas Real Madrid menjadi dorongan moral luar biasa bagi Benfica, yang sebelumnya tampil tidak stabil di kompetisi domestik maupun Eropa.
“Mengalahkan Real Madrid adalah pencapaian besar bagi Benfica. Ini terasa sangat istimewa,” tegas Mourinho.
Meski mengakui kualitas lini depan Madrid, Mourinho menilai semangat juang dan determinasi pemainnya menjadi pembeda utama.
“Saya rasa kami pantas menang. Para pemain benar-benar berjuang untuk hasil ini,” tutupnya.
Dengan kepercayaan diri yang melonjak, Benfica kini menatap babak playoff Liga Champions dengan optimisme tinggi, membuka peluang pertemuan ulang dengan Real Madrid atau Inter Milan di fase berikutnya.











