Liganusantara.com, Jakarta – Dewa United bersiap melakoni laga hidup mati dalam lanjutan leg kedua perempat final AFC Challenge League 2025/2026. Pasukan “Banten Warriors” akan menjamu wakil Filipina, Manila Digger, di Indomilk Arena pada Kamis (12/3/2026) malam pukul 19.00 WIB.
Kekalahan tipis 0-1 pada pertemuan pertama di Manila memaksa skuad asuhan Jan Olde Riekerink untuk menang dengan margin minimal dua gol jika ingin melaju ke semifinal. Bermain di hadapan publik sendiri, mentalitas spartan menjadi syarat mutlak bagi Dewa United untuk membalikkan keadaan.
Berikut adalah tiga pemain kunci Dewa United yang diprediksi bakal menjadi pembeda dan memberikan efek kejut bagi pertahanan Manila Digger:
1. Taisei Marukawa (Sang Motor Serangan)

Kelincahan pemain asal Jepang ini akan menjadi tumpuan utama Dewa United untuk membongkar rapatnya barisan belakang tim tamu. Dikenal dengan akselerasi dan kemampuan dribbling yang mematikan, Marukawa adalah ancaman nyata dari sektor sayap.
Musim ini, Marukawa telah membukukan 21 penampilan di liga domestik. Kemampuannya mengirimkan umpan-umpan terukur serta keberanian melakukan tusukan ke kotak penalti diharapkan mampu memecah konsentrasi bek Manila Digger sejak menit awal.
2. Alex Martins (Target Man Haus Gol)

Sebagai ujung tombak utama, Alex Martins mengemban tugas berat untuk mencetak gol kemenangan. Bomber asal Brasil ini merupakan top skor internal tim dengan koleksi 11 gol di kompetisi domestik.
Meski belum pecah telur dalam dua penampilan terakhirnya di kancah Asia, Alex tetap menjadi sosok yang paling diwaspadai lawan karena penempatan posisi dan penyelesaian akhirnya yang dingin. Dukungan suporter di Indomilk Arena diyakini akan membakar motivasi striker berusia 32 tahun ini untuk menyudahi puasa golnya di level internasional.
3. Ricky Kambuaya (Jenderal Lapangan Tengah)

Sang kapten sekaligus pilar Timnas Indonesia, Ricky Kambuaya, adalah nyawa dari permainan Dewa United. Karakter permainannya yang eksplosif memungkinkan Kambuaya untuk bergerak bebas membantu serangan maupun memutus aliran bola lawan.
Fleksibilitas Kambuaya yang bisa berperan sebagai gelandang serang maupun penyerang sayap kiri memberikan banyak opsi taktis bagi Riekerink. Dengan pengalaman internasionalnya yang luas, kepemimpinan Kambuaya akan sangat krusial dalam menjaga ritme permainan dan mentalitas tim di laga krusial ini.










