Liganusantara.com, Jakarta – Peluang PSM Makassar untuk tetap bertahan di Super League musim depan masih terbuka, meski situasi mereka saat ini cukup mengkhawatirkan. Tim berjuluk Juku Eja harus bekerja ekstra keras sekaligus berharap hasil positif di sisa pertandingan.
Kekalahan 2-4 dari Persita Tangerang di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, semakin memperberat posisi mereka di klasemen. Saat ini, PSM berada di peringkat ke-13 dengan 23 poin dari 24 pertandingan.
Dengan 10 laga tersisa, peluang untuk menjauh dari zona degradasi sebenarnya masih ada. Namun, kunci utamanya adalah meraih poin maksimal dan menghindari kehilangan angka di pertandingan-pertandingan berikutnya.
Posisi PSM juga belum aman karena tim-tim di bawahnya masih memiliki jumlah pertandingan yang lebih sedikit. Jika para pesaing mampu meraih hasil positif di laga tunda mereka, jarak poin dengan zona merah bisa semakin tipis.
Saat ini, PSBS Biak yang berada di batas awal zona degradasi hanya terpaut lima poin. Dalam skenario terburuk, selisih itu bisa menyusut menjadi dua angka jika PSBS meraih kemenangan pada laga berikutnya melawan Persik Kediri.
Salah satu masalah utama PSM musim ini adalah lini pertahanan yang kurang solid, terbukti dari 31 gol yang sudah bersarang ke gawang mereka. Di sisi lain, produktivitas serangan juga belum optimal dengan total 26 gol dari 24 pertandingan.
Asisten pelatih, Ahmad Amiruddin, mengakui adanya peningkatan dari sisi ofensif, namun masih menyayangkan rapuhnya pertahanan tim. Ia menegaskan bahwa tim akan terus berupaya memperbaiki performa di sisa musim.
Menurutnya, seluruh tim bertekad untuk tidak lagi kehilangan poin dan akan berjuang maksimal demi menghindari degradasi. Ia juga menekankan bahwa status PSM sebagai tim yang pernah meraih gelar juara harus menjadi motivasi untuk bangkit, bukan justru terpuruk ke kasta yang lebih rendah.












