Berita viral Sepak bolaInternasionalLIGA EROPALIGA FRANCENEWSSepakbolaSKOR TERKINITimnas IndonesiaTOPSKORTRENDING

Lille Takluk di Kandang: Red Star Belgrade Beri Pelajaran Pahit, Calvin Verdonk Tak Diturunkan

×

Lille Takluk di Kandang: Red Star Belgrade Beri Pelajaran Pahit, Calvin Verdonk Tak Diturunkan

Sebarkan artikel ini
Lille Takluk di Kandang: Red Star Belgrade Beri Pelajaran Pahit, Calvin Verdonk Tak Diturunkan
Lille Takluk di Kandang: Red Star Belgrade Beri Pelajaran Pahit, Calvin Verdonk Tak Diturunkan

Liganusantara.com, Jakarta – Ambisi Lille OSC untuk melangkah jauh di kompetisi Liga Europa musim ini menemui jalan buntu pada leg pertama babak play-off. Menjamu wakil Serbia, Red Star Belgrade (Crvena Zvezda), di Stade Pierre-Mauroy, Jumat (20/2/2026) dini hari WIB, tim berjuluk Les Dogues tersebut dipaksa menyerah dengan skor tipis 0-1.

Dalam laga krusial ini, pemain bertahan Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, tercatat masuk dalam daftar susunan pemain namun hanya menjadi penonton dari bangku cadangan sepanjang laga. Pelatih Bruno Genesio lebih memilih memasang Romain Perraud untuk mengisi sektor kiri pertahanan.

Kekalahan ini menjadi rapor merah ketujuh bagi Genesio sejak awal tahun 2026, sebuah statistik yang mulai memicu keresahan di kalangan pendukung setia Lille mengenai konsistensi performa tim.

Dominasi Tamu dan Rapuhnya Lini Belakang

Sejak menit awal, Lille tampak kesulitan mengembangkan permainan dan justru sering tertekan oleh skema ofensif Red Star Belgrade. Sinergi antara Jay Enem dan Vladimir Lučić berulang kali merepotkan pertahanan tuan rumah. Lille beruntung memiliki Nathan Ngoy yang melakukan sapuan krusial di area penalti untuk mencegah kebobolan lebih awal.

Masalah utama Lille di babak pertama adalah banyaknya kesalahan mendasar (unforced errors). Meski mencoba keluar menyerang, alur bola mereka sering terputus sebelum mencapai kotak penalti lawan, membuat kiper tim tamu, Matheus, praktis tidak bekerja terlalu keras.

Gol Franklin Tebo Bungkam Publik Tuan Rumah

Kebuntuan akhirnya pecah sesaat sebelum turun minum. Melalui skema tendangan sudut yang terencana, Tomas Handel melepaskan umpan mendatar yang disambut dengan sepakan keras Franklin Tebo Uchenna. Bola yang meluncur deras ke gawang Lille seketika membungkam sorak-sorai pendukung tuan rumah.

Memasuki babak kedua, Bruno Genesio melakukan perombakan taktik dengan memasukkan Tiago Santos dan Nabil Bentaleb untuk menambah daya dobrak. Eksperimen menempatkan Ayyoub Bouaddi di pos bek kanan juga dihentikan untuk mengembalikan keseimbangan lini tengah.

Perubahan ini memang membuat Lille lebih menguasai bola, namun masalah penyelesaian akhir tetap menjadi kendala besar. Peluang emas sempat didapat Aïssa Mandi melalui bola mati, namun sundulannya masih gagal menemui sasaran. Sebaliknya, Red Star hampir menggandakan keunggulan lewat serangan balik cepat Marko Arnautović, andai Berke Ozer tidak melakukan penyelamatan gemilang.

Hingga tambahan waktu tujuh menit berakhir, skor 0-1 untuk keunggulan tim tamu tetap bertahan. Hasil ini menjadi modal berharga bagi Red Star Belgrade menjelang leg kedua di Serbia pekan depan, sementara Lille harus bekerja ekstra keras jika ingin membalikkan keadaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *