PSS Sleman saat ini tengah dalam performa yang sangat buruk terutama dalam putaran kedua BRI Liga 1 2024/2025.
PSS Sleman pun kini menjadi tim yang riskan di zona degradasi BRI Liga 1 2024/2025.
Dalam putaran kedua BRI Liga 1 musim ini, penampilan PSS Sleman sangat mengkhawatirkan.
Dari total 10 laga yang telah mereka lakoni di putaran kedua BRI Liga 1 musim ini, Fachruddin dan kawan-kawan hanya mampu meraih dua kemenangan, sekali imbang, dan tujuh kali menelan kekalahan.
Hal itu membuat tim berjuluk Super Elang Jawa di posisi juru kunci klasemen sementara BRI Liga 1 2024/2025.
Vico Duarte dan kawan-kawan hanya mampu mengumpulkan 22 poin dari 27 pertandingan yang telah mereka mainkan di BRI Liga 1 2024/2025.
Manajer PSS Sleman, Leonard Tupamahu, turut buka suara soal prestasi mereka yang kian merosot di putaran kedua ini.
“(Apa yang jadi permasalahan PSS?) Banyak aspek. Jadi kalau saya bilang, saya nggak bisa bilang di sini,” ucap Leo kepada wartawan, Jumat (21/3/2025).
Menurut Leo, berbagai persoalan PSS tak hanya datang dari sisi taktikal saja. Aspek mental hingga fisik juga berperan dalam merosotnya prestasi PSS
“Tapi saya bilang banyak aspek karena sepakbola bukan hanya pelatih saja, pemain aja, banyak aspek dan juga bukan soal taktik aja. Ada aspek yang lain-lain ada fisik, mental, keberuntungan dan macam-macam terutama di sepakbola Indonesia,” ujarnya
“Saya sudah bilang waktu putaran pertama selesai kami menang lawan Madura. Kami harus evaluasi di putaran kedua karena putaran kedua di Liga Indonesia itu lebih berat lagi, lebih gila lagi,” tuturnya.
“Saya sudah cukup tahu putaran kedua Liga Indonesia seperti apa. Kalau putaran kedua itu sepakbola kepentingan, saya bilang. Jadi saya bilang nggak gampang di Liga Indonesia khususnya, di putaran kedua, luar biasa pasti,” pungkas Leo.