Timnas Indonesia

Kevin Diks Ukir Sejarah, Jadi Kapten Pertama Asal Indonesia di Bundesliga

×

Kevin Diks Ukir Sejarah, Jadi Kapten Pertama Asal Indonesia di Bundesliga

Sebarkan artikel ini
Kevin Diks jadi pemain Indonesia pertama yang sandang ban kapten di Bundesliga/foto dok PSSI
Kevin Diks jadi pemain Indonesia pertama yang sandang ban kapten di Bundesliga/foto dok PSSI

Liganusantara.comJakarta – Pemain tim nasional Indonesia, Kevin Diks, mencatatkan pencapaian bersejarah di kompetisi elite Jerman, Bundesliga. Ia menjadi pemain Indonesia pertama yang dipercaya mengenakan ban kapten dalam ajang tersebut.

Momen penting ini terjadi saat Diks memimpin Borussia Monchengladbach dalam pertandingan melawan St. Pauli pada 14 Maret 2026.

Pencapaian tersebut turut mendapat sorotan dari akun resmi Bundesliga di media sosial. Dalam unggahannya, liga menegaskan bahwa Diks merupakan kapten pertama asal Indonesia yang tampil di kompetisi tersebut, menandai tonggak penting bagi pemain Asia Tenggara di kancah sepak bola Eropa.

Meski hanya mengenakan ban kapten dalam waktu singkat, arti dari momen tersebut tetap besar. Awalnya, posisi kapten dipegang oleh Nico Elvedi, yang bertugas menggantikan Rocco Reitz yang absen akibat kartu merah. Namun, ketika Elvedi ditarik keluar menjelang akhir laga, tanggung jawab tersebut diberikan kepada Diks hingga pertandingan berakhir.

Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa Diks memiliki kualitas kepemimpinan yang diakui di timnya. Hal ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi penggemar sepak bola Indonesia, mengingat jarang ada pemain dari Asia Tenggara yang bisa mencapai posisi penting di klub besar seperti Monchengladbach.

Sejak bergabung dengan klub yang bermarkas di Borussia-Park tersebut, Diks memang menunjukkan performa yang stabil. Ia kerap menjadi pilihan utama, baik di era pelatih Gerardo Seoane maupun dalam skema yang diterapkan Eugen Polanski.

Berdasarkan data dari Transfermarkt, kontribusinya tidak hanya terbatas di lini belakang. Dari 23 penampilannya di Bundesliga musim ini, Diks berhasil mencetak empat gol—catatan yang menunjukkan perannya sebagai bek modern yang aktif membantu serangan sekaligus memiliki jiwa kepemimpinan kuat di level internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *