liganusantara.com – ,Jakarta Pemanggilan bek tinggi menjulang, Elkan Baggott, oleh pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberikan tambahan kekuatan bagi skuad Garuda, khususnya dalam menghadapi duel-duel udara pada ajang FIFA Series 2026.
Kehadiran pemain bertahan berpostur tinggi memang menjadi kebutuhan penting bagi Timnas Indonesia. Hal ini mengingat lawan yang akan dihadapi di turnamen tersebut, termasuk Saint Kitts dan Nevis, dikenal memiliki fisik yang kuat.
Pemain dengan tinggi badan ideal memiliki peran krusial, baik untuk mengamankan area pertahanan saat menghadapi situasi bola mati maupun menjadi ancaman ketika menyerang melalui skema set piece.
Kembalinya Elkan Baggott ke skuad Garuda setelah cukup lama absen tentu memberikan opsi tambahan bagi lini belakang Timnas Indonesia yang membutuhkan kekuatan fisik di area udara.
Bek-Bek Tinggi di Skuad Garuda

Dengan tinggi mencapai 196 cm, Elkan Baggott kini menjadi pemain dengan postur paling menjulang di skuad Timnas Indonesia yang dipersiapkan untuk FIFA Series 2026.
Sebelum kehadiran Baggott, lini belakang Garuda sudah memiliki beberapa pemain dengan postur tinggi. Salah satunya adalah Jay Idzes, kapten tim yang memiliki tinggi sekitar 190 cm.
Selain Idzes, ada pula beberapa bek lain yang juga cukup unggul dalam duel udara, seperti Justin Hubner (187 cm) dan Kevin Diks (186 cm). Bek naturalisasi lainnya, Jordy Amat, juga memiliki tinggi sekitar 185 cm, meski belakangan jarang mendapatkan kesempatan bermain.
Di sisi lain, Rizky Ridho yang kerap menjadi pilihan utama di jantung pertahanan bersama Idzes dan Hubner memiliki tinggi 183 cm. Walau tidak setinggi rekan-rekannya, Ridho tetap dikenal tangguh saat menghadapi duel udara.
Alternatif Duel Udara di Lini Serang

Tidak hanya di lini belakang, Timnas Indonesia juga memiliki sejumlah pemain depan dengan postur yang mendukung untuk duel udara.
Sebelumnya, salah satu striker yang cukup diandalkan dalam situasi tersebut adalah Mauro Zijlstra, yang memiliki tinggi 188 cm.
Selain itu, keputusan John Herdman memanggil striker muda Bali United, Jens Raven, turut menambah pilihan di lini serang. Penyerang berusia 20 tahun tersebut memiliki tinggi 187 cm yang membuatnya potensial dalam duel bola atas.
Nama lain yang kembali mendapat kesempatan di Timnas Indonesia adalah Ezra Walian. Striker Persik Kediri itu memiliki tinggi sekitar 185 cm, sehingga cukup efektif dalam situasi duel udara.
Menariknya, Ole Romeny juga memiliki tinggi yang sama dengan Ezra. Meski lebih dikenal dengan kemampuan teknik dan penguasaan bolanya, Romeny tetap bisa memberikan kontribusi dalam duel udara berkat postur 185 cm yang dimilikinya.
Deretan Kiper Berpostur Tinggi

Selain pemain bertahan dan penyerang, faktor tinggi badan juga penting bagi penjaga gawang, terutama untuk mengantisipasi bola-bola udara di area penalti.
Timnas Indonesia saat ini memiliki beberapa kiper dengan postur tinggi yang mendukung peran tersebut. Emil Audero dan Maarten Paes sama-sama memiliki tinggi sekitar 192 cm, menjadikan mereka sebagai pemain dengan postur tertinggi kedua di tim setelah Baggott.
Sementara itu, kiper lain seperti Ernando Argawinata memiliki tinggi 189 cm, yang juga cukup ideal untuk menjaga gawang dari ancaman bola udara.
Adapun dua kiper lainnya, yakni Ernando Ari dan Cahya Supriadi, memiliki tinggi sekitar 179 cm. Meski tidak setinggi rekan-rekannya, keduanya tetap dikenal sebagai penjaga gawang berkualitas di kompetisi domestik.








