Liganusantara.com – Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, memiliki visi besar dalam membangun Skuad Garuda. Ia berkomitmen mengolah perbedaan latar belakang budaya dan asal pemain menjadi kekuatan strategis yang mampu memberi tekanan serius kepada setiap lawan yang dihadapi.
Menurut Herdman, Timnas Indonesia merupakan tim dengan tingkat keberagaman yang sangat tinggi. Para pemain datang dari berbagai suku, bahasa, serta daerah di seluruh penjuru Nusantara, mulai dari barat hingga timur Indonesia. Kondisi ini, jika dikelola dengan tepat, diyakini dapat menjadi keunggulan kompetitif.
Kehadiran pemain lokal yang berpadu dengan pemain diaspora yang merumput di luar negeri semakin memperkaya karakter tim nasional. Pelatih asal Inggris tersebut menegaskan bahwa perbedaan identitas bukanlah hambatan, melainkan fondasi penting dalam membentuk tim yang kuat dan solid.
Herdman menyampaikan bahwa dirinya tidak menilai pemain dari asal-usul, melainkan dari kualitas pribadi dan kontribusi mereka untuk tim. Ia meyakini keragaman bisa menjadi senjata ampuh, selama seluruh elemen memilih untuk menjadikannya sebagai kekuatan bersama, bukan sumber perpecahan.
“Bagi saya, yang terpenting adalah manusianya, bukan paspornya. Keragaman adalah kekuatan besar kami, tetapi bisa menjadi masalah jika tidak dikelola dengan benar. Kuncinya adalah bagaimana pemain lokal dan diaspora saling memahami nilai, latar belakang, dan kelebihan masing-masing. Ini tentang kita melawan lawan, bukan melawan diri sendiri,” ujar Herdman, dikutip dari kanal YouTube resmi Timnas Indonesia, Sabtu (31/1/2026).
Kolektivitas Tim dan Peran Suporter
Meski demikian, Herdman menyadari bahwa keberagaman tidak akan otomatis menghasilkan prestasi tanpa kepemimpinan yang kuat. Ia menekankan pentingnya kebersamaan di dalam tim serta dukungan penuh dari suporter untuk menyatukan energi besar bangsa Indonesia.
Menurutnya, Timnas Indonesia membawa harapan ratusan juta masyarakat. Oleh karena itu, nilai kolektivitas harus menjadi landasan utama dalam perjalanan tim ke depan. Herdman pun bertekad memimpin para pemain agar selalu memilih menjadikan perbedaan sebagai kekuatan.
Persiapan Hadapi Agenda Padat 2026
Di luar pengembangan karakter tim, Herdman juga mulai fokus menyiapkan Timnas Indonesia menghadapi kalender kompetisi yang padat pada tahun 2026. Sejumlah turnamen besar sudah menanti, mulai dari FIFA Series, Piala AFF, hingga persiapan menuju Piala Asia.
Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah FIFA Series pada Maret 2026 dengan menghadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon, serta Saint Kitts dan Nevis. Setelah itu, perjuangan berlanjut di Piala AFF yang digelar pada Juli hingga Agustus 2026, sebelum menatap Piala Asia 2027.
Dengan kombinasi visi kepemimpinan dan kekuatan keberagaman pemain, Herdman berharap Timnas Indonesia mampu tampil kompetitif dan membangun identitas kuat di level internasional.












