liganusantara.com – ,Jakarta Kehadiran Maarten Paes langsung mengubah peta persaingan di bawah mistar Ajax Amsterdam. Baru resmi bergabung pada 6 Februari 2026, ia segera dipercaya tampil sebagai starter saat Ajax menghadapi NEC Nijmegen pada Sabtu (21/2/2026).
Kepercayaan itu datang setelah penjaga gawang utama Ajax, Vitezslav Jaros, mengalami cedera serius yang memaksanya menepi hingga akhir musim. Situasi tersebut membuat Paes langsung menjadi pilihan utama di bawah arahan pelatih Fred Grim, mengungguli dua kiper muda yang sebelumnya menanti kesempatan.
Sebelum Paes datang, Ajax memiliki dua kiper senior, yakni Jaros dan Remko Pasveer. Namun Pasveer telah lebih dulu hengkang ke Heracles Almelo, sehingga opsi di posisi penjaga gawang semakin terbatas ketika Jaros cedera. Dalam laga debutnya, Paes mampu menunjukkan performa meyakinkan meski pertandingan berakhir imbang 1-1.
Kekecewaan Heerkens

Keputusan pelatih menunjuk Paes sebagai starter rupanya menyisakan rasa kecewa bagi kiper muda Ajax, Joeri Heerkens. Pemain 19 tahun itu sebenarnya berharap mendapat kesempatan mengisi kekosongan setelah Jaros absen panjang.
Selama ini Heerkens lebih banyak tampil bersama Jong Ajax di kompetisi kasta kedua Belanda, Keuken Kampioen Divisie. Musim ini ia telah mencatatkan 16 penampilan, kebobolan 30 gol, serta membukukan tiga clean sheet.
Dalam wawancaranya bersama ESPN, Heerkens mengakui rasa kecewanya. Namun ia menegaskan akan tetap fokus menunjukkan performa terbaik bersama Jong Ajax sambil menunggu peluang berikutnya datang.
Terus Belajar dan Bersabar

Heerkens direkrut Ajax dari Sparta Praha pada bursa transfer musim panas 2025 dan dikontrak hingga 2030. Ia diproyeksikan sebagai kiper masa depan klub, tetapi untuk saat ini masih dipoles di level U-21.
Persaingan di tim utama memang tidak mudah. Selain Jaros yang musim ini menjadi pilihan pertama dan berstatus pinjaman dari Liverpool, sebelumnya Heerkens juga harus bersaing dengan Pasveer. Kini, dengan hadirnya Paes, jalannya menuju skuad utama kembali terjal.
Meski begitu, Heerkens menegaskan dirinya sudah terbiasa menghadapi situasi sulit dalam kariernya. Ia memilih untuk tetap bekerja keras dan membuktikan kualitasnya di setiap kesempatan.
Optimistis Soal Masa Depan
Walau masih belia, Heerkens beberapa kali masuk daftar pemain tim senior Ajax. Ia tercatat 13 kali menghuni bangku cadangan dalam 21 laga Eredivisie musim ini, serta duduk di bench pada tujuh pertandingan Liga Champions.
Baginya, persaingan adalah bagian dari proses di klub sebesar Ajax. Ia mengaku banyak belajar dari kiper-kiper senior, termasuk Jaros dan Paes. Heerkens pun yakin waktu akan berpihak kepadanya selama ia terus berkembang dan konsisten menampilkan performa apik bersama Jong Ajax.
Dengan usia yang masih 19 tahun, ia percaya peluang itu akan datang pada saat yang tepat.








