liganusantara.com – ,Jakarta Persib Bandung berhasil menutup putaran pertama BRI Super League 2025/2026 dengan status pemuncak klasemen. Tim berjuluk Maung Bandung itu mengoleksi 38 poin dari total 17 pertandingan yang telah dilakoni.
Namun, posisi tersebut belum sepenuhnya aman. Persib hanya unggul satu poin dari Borneo FC yang membuntuti di peringkat kedua. Di bawahnya, Persija Jakarta menempati posisi ketiga dengan 35 poin, disusul Malut United yang mengoleksi 34 angka. Ketatnya selisih poin membuat persaingan papan atas diprediksi semakin sengit pada putaran kedua.
Mantan pemain Persib era 1990-an, Yudi Guntara, mengingatkan agar tim kebanggaan Bobotoh itu tidak cepat puas meski berada di puncak klasemen. Ia menilai peluang Persib untuk tergeser masih terbuka lebar.
“Putaran pertama memang di puncak, tapi kan masih ada putaran kedua. Pesaingnya juga masih kuat, ada Borneo FC, Persija, dan sekarang Malut United juga ikut mengintai,” kata Yudi kepada wartawan.
Fokus Jaga Konsistensi

Menghadapi paruh kedua kompetisi, Yudi berharap Persib mampu mempertahankan konsistensi permainan yang sudah ditunjukkan. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kondisi pemain agar terhindar dari cedera yang bisa mengganggu performa tim.
“Persib jangan sampai kembali bermasalah dengan cedera pemain. Dari yang saya lihat, rotasi pemain sejauh ini cukup bagus, apalagi Persib juga tampil di ACL Two dan sudah lolos ke babak 16 besar,” jelasnya.
Ia pun berharap performa positif tersebut bisa berlanjut, baik di kompetisi domestik maupun di ajang Asia. “Mudah-mudahan di putaran kedua liga tetap bagus, dan di ACL juga bisa melangkah lebih jauh,” tambahnya.
Wajib Tambah Pemain
Sebagai bagian dari skuad Persib yang pernah menjuarai Liga Indonesia musim 1995, Yudi turut menyoroti aktivitas transfer Maung Bandung jelang putaran kedua. Menurutnya, penambahan pemain menjadi hal yang wajib dilakukan.
Terlebih, Persib dikabarkan berpotensi ditinggal bek asal Italia, Federico Barba, yang disebut-sebut akan pulang ke negaranya karena alasan keluarga.
“Kalau menurut saya, di putaran kedua ini harus ada penambahan pemain, itu wajib. Kalau Barba benar keluar, tentu harus ada pengganti. Selain itu, lini tengah dan depan juga perlu tambahan,” tegas Yudi.
Keputusan Ada di Tangan Pelatih

Meski demikian, Yudi mengaku tidak ingin ikut campur dalam menentukan nama pemain yang direkrut. Ia menilai semua keputusan tetap berada di tangan pelatih kepala Persib, Bojan Hodak.
“Pemain yang cocok menurut saya belum tentu cocok dengan keinginan pelatih. Semua harus dilihat, termasuk faktor keuangan klub. Kemarin sempat ramai nama Pelupessy dan Maarten Paes, tapi kita juga tidak tahu pasti kendalanya apa,” ujarnya.
Saat ini, Persib juga tengah dikaitkan dengan mantan pemain Paris Saint-Germain, Layvin Kurzawa. Bek kiri berusia 33 tahun tersebut dikabarkan akan segera diperkenalkan secara resmi oleh manajemen Persib dalam waktu dekat.












