Futsal IndonesiaInternasionalNasionalNEWSOlahragaSKOR TERKINITRENDING

Iran Juara Piala Asia Futsal 2026 Setelah Menaklukkan Indonesia, Vahid Shamsaee Sebut Gelar Ini yang Paling Berat

×

Iran Juara Piala Asia Futsal 2026 Setelah Menaklukkan Indonesia, Vahid Shamsaee Sebut Gelar Ini yang Paling Berat

Sebarkan artikel ini
Iran Juara Piala Asia Futsal 2026 Setelah Menaklukkan Indonesia, Vahid Shamsaee Sebut Gelar Ini yang Paling Berat
Iran Juara Piala Asia Futsal 2026 Setelah Menaklukkan Indonesia, Vahid Shamsaee Sebut Gelar Ini yang Paling Berat

Liganusantara.com, JAKARTA – Pelatih Timnas Futsal Iran, Vahid Shamsaee, mengungkapkan perasaan campur aduk usai membawa negaranya meraih gelar juara Piala Asia Futsal 2026. Ia menilai trofi yang diraih setelah mengalahkan Timnas Futsal Indonesia itu sebagai yang paling berat sepanjang karier kepelatihannya.

Pertandingan final Piala Asia Futsal 2026 berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2/2026) malam WIB. Duel sengit tersebut berakhir imbang 5-5 hingga babak perpanjangan waktu, sebelum Iran memastikan kemenangan melalui adu penalti.

Shamsaee juga menyampaikan apresiasi kepada Federasi Futsal Iran atas dukungan penuh yang diberikan kepada timnya selama turnamen. Ia menegaskan gelar ini dipersembahkan untuk masyarakat Iran yang tengah menghadapi masa sulit.

“Saya percaya pencapaian ini terwujud karena dukungan rakyat Iran. Saya ingin berterima kasih kepada federasi, para pemain, dan seluruh staf tim. Kami bekerja bersama untuk memberikan kebahagiaan bagi masyarakat Iran,” ujar Shamsaee.

Dalam drama adu penalti, Iran berhasil menang dengan skor 5-4 atas Timnas Futsal Indonesia. Kemenangan ini membuat Iran kembali mengangkat trofi Piala Asia Futsal untuk ke-14 kalinya dalam sejarah turnamen.

Tekanan Mental yang Berat

Usai laga, Shamsaee mengaku sulit mengungkapkan perasaannya. Di satu sisi, ia bangga karena kembali mengantarkan Iran menjadi juara. Namun di sisi lain, pikirannya tertuju pada kondisi yang tengah terjadi di negaranya.

“Dalam situasi seperti ini, sulit bagi saya untuk mengatakan apakah saya benar-benar bahagia atau tidak, mengingat berbagai peristiwa yang terjadi selama turnamen,” ucap Shamsaee dalam konferensi pers, Minggu (8/2/2026).

Ia menambahkan bahwa meski sudah meraih banyak gelar, trofi kali ini terasa paling berat secara mental, bukan dari sisi teknis permainan.

Dipersembahkan untuk Rakyat Iran

Shamsaee menegaskan bahwa gelar juara ini dipersembahkan untuk masyarakat Iran. Ia berharap trofi tersebut bisa menjadi penghibur di tengah situasi sulit yang melanda negara tersebut.

“Ini masa yang berat bagi saya karena situasi di Iran. Saya berharap mereka menerima trofi ini dan tahu bahwa kami selalu bersama mereka,” katanya.

Situasi yang dimaksud Shamsaee merujuk pada gejolak politik yang terjadi di Iran dalam beberapa pekan terakhir, yang dilaporkan menimbulkan banyak korban jiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *