Tim kebanggaan Kota Sleman yakni, PSS Sleman saat ini menjadi tim yang sangat menyedihkan di BRI Liga 1 2024/2025.
Tim berjuluk Super Elang Jawa saat ini masih belum bisa keluar dari zona degradasi setidaknya hingga pekan ke-27 BRI Liga 1 2024/2025.
Tim asuhan Pieter Huistra saat ini berada di dasar klasemen dengan berada di urutan ke-18 klasemen sementara BRI Liga 1 2024/2025.
Gustavo Tocantins dan kawan-kawan kini hanya mampu mengumpulkan 22 poin dari 27 pertandingan.
Mereka tertinggal dua poin dari Madura United yang saat ini menempati urutan ke-15 atau batas aman dari zona degradasi.
Meski saat ini sedang dalam performa yang sangat buruk, ada kabar baik untuk tim Super Elang Jawa di musim ini.
Striker andalan mereka yakni, Gustavo Tocantins berhasil bersaing dengan para penyerang top lainnya di daftar top skor BRI Liga 1 musim ini.
Penyerang asal Brasil itu kini sudah mencetak 11 gol bersama PSS Sleman di musim ini.
Torehan itu membuat Gustavo Tocantins berhasil masuk ke dalam jajaran top skor sementara BRI Liga 1 2024/2025, dia masih dibawah striker Dewa United, Alex Martins dengan torehan 23 gol.
Kemudian ada Gustavo Almeida (Persija Jakarta) dengan 16 gol, Dalberto Luan (Arema FC) 14 gol, Tyronne del Pino (Persib Bandung) 12 gol, serta Lulinha (Madura United) 12 gol.
Dengan catatan ini, Gustavo Tocantins merasa sangat senang dan cukup sedih jika melihat performa PSS Sleman di musim ini.
“Tidak mudah untuk mencetak 11 gol musim ini dan sekarang saya juga masuk daftar lima pencetak gol terbanyak di liga,” ujar Gustavo Tocantins kepada Bola.com, Rabu (19/3/2025).
“Mencetak gol adalah salah satu cara saya untuk membuat tim saya menang, tetapi ini saatnya untuk memikirkan apa yang terbaik untuk PSS. Saya percaya Tuhan akan memberkati kita,” sambungnya.
Gustavo Tocantins mengatakan jika kemenangan untuk PSS Sleman lebih penting dibandingkan dirinya masuk ke dalam daftar top skor BRI Liga 1 2024/2025.
“Gol itu penting tetapi yang lebih penting adalah kemenangan. Saya berhutang semua gol ini kepada rekan satu tim saya karena kami bersama, kami perlu menang. Kami akan banyak berlatih dan belajar dari kesalahan untuk berhasil dan menang,” katanya.
“Akan tetapi, semua itu dilakukan bersama-sama pemain, staf pelatih, direktur, staf PSS dan kami memiliki penggemar yang selalu mendukung dan bersama kami sampai akhir,” lanjut pemain berusia 29 tahun itu.