liganusantara.com, Jakarta – Manchester United harus pulang dengan satu poin saat melawat ke Turf Moor pada pekan ke-21 Premier League musim 2025/2026, Kamis (8/1/2026) dini hari WIB. Laga kontra Burnley berakhir 2-2 dan menjadi pertandingan perdana Darren Fletcher sebagai pelatih sementara Setan Merah.
MU tertinggal lebih dulu akibat gol bunuh diri Ayden Heaven di menit ke-13, yang membuat tim tamu langsung meningkatkan tempo permainan. Tekanan MU baru berbuah hasil selepas jeda ketika Benjamin Sesko mencetak dua gol beruntun dan membawa timnya sempat memimpin. Namun kelengahan di lini belakang membuat keunggulan itu buyar setelah Jaidon Anthony mencetak gol penyama bagi Burnley.
Walau gagal menang, pendekatan taktik Fletcher memberikan sinyal positif.
Fletcher Ingin MU Bermain Lebih Dinamis

Sejak sebelum laga, Fletcher menekankan keinginannya agar MU tampil lebih fleksibel dan tidak kaku dalam membangun serangan. Hal tersebut terlihat dari pergerakan pemain yang lebih bebas dan rotasi posisi yang intens.
United tidak lagi terpaku pada pola serangan yang monoton. Para pemain diberi ruang untuk saling bertukar peran dan memanfaatkan celah yang muncul di pertahanan lawan.
Dalam wawancara dengan MUTV, Fletcher menjelaskan bahwa fleksibilitas adalah kunci, baik saat menguasai bola maupun ketika bertahan. Ia juga menaruh kepercayaan besar pada kecerdasan dan pengalaman skuadnya untuk mengambil keputusan di lapangan tanpa terlalu bergantung pada instruksi dari pinggir lapangan.
Skema Baru di Era Fletcher

Pertandingan ini juga menandai perubahan besar dalam struktur permainan MU. Fletcher langsung meninggalkan sistem tiga bek yang sebelumnya digunakan dan beralih ke formasi 4-3-2-1.
Formasi tersebut memberi keseimbangan lebih baik antara lini pertahanan dan serangan. Diogo Dalot dan Luke Shaw kembali ke peran aslinya sebagai bek sayap, sementara Bruno Fernandes ditempatkan di posisi yang lebih menyerang sehingga kreativitasnya lebih tereksplorasi.
Pilihan posisi di sektor sayap pun menarik perhatian. Matheus Cunha ditempatkan di kanan dan Patrick Dorgu di kiri, dengan keduanya sering bertukar peran sehingga membuat serangan MU sulit diprediksi.
United Lebih Menekan dan Atraktif

Pendekatan baru ini langsung memberi dampak. MU tampil lebih agresif dan terus menekan Burnley hampir sepanjang laga.
Bruno Fernandes menjadi pusat kreativitas tim dengan pergerakan cerdas dan umpan-umpan terobosan, termasuk assist penting untuk gol pertama Sesko. Di lini depan, Sesko tampil sebagai ancaman utama lewat delapan percobaan tembakan dan dua gol yang ia lesakkan.
Patrick Dorgu juga menunjukkan kontribusi signifikan dari sisi kiri dengan satu assist dan beberapa kali nyaris mencetak gol. Secara keseluruhan, MU melepaskan 30 tembakan dengan 10 di antaranya tepat sasaran, namun performa gemilang kiper Burnley serta dua sapuan di garis gawang membuat skor tak bertambah.
Fondasi Sudah Terlihat, Pekerjaan Masih Banyak

Debut Darren Fletcher memberikan gambaran arah baru permainan Manchester United yang lebih ofensif, cair, dan berani menekan.
Namun persoalan dalam transisi bertahan masih menjadi titik lemah yang harus segera dibenahi. Meski demikian, mengingat Fletcher menangani tim dalam situasi mendadak, perubahan sistem, serta absennya beberapa pemain inti, hasil imbang di kandang Burnley bisa dianggap sebagai awal yang menjanjikan. Para pendukung MU kini punya alasan untuk menantikan laga-laga berikutnya dengan penuh harap.












