Berita viral Sepak bolaNasionalOlahragaPrediksi dan AnalisisSepakbolaTimnas IndonesiaTRENDING

Cristian Gonzales: John Herdman Datang untuk Misi Piala Dunia 2030, Bukan Hanya Juara AFF

×

Cristian Gonzales: John Herdman Datang untuk Misi Piala Dunia 2030, Bukan Hanya Juara AFF

Sebarkan artikel ini
Cristian Gonzales: John Herdman Datang untuk Misi Piala Dunia 2030, Bukan Hanya Juara AFF
Cristian Gonzales: John Herdman Datang untuk Misi Piala Dunia 2030, Bukan Hanya Juara AFF

LigaNusantara.com – Mantan penyerang Timnas Indonesia, Cristian Gonzales, menyampaikan pandangannya terkait penunjukan John Herdman sebagai pelatih kepala skuad Garuda. Menurutnya, kehadiran pelatih asal Kanada itu membawa misi besar yang melampaui sekadar target juara Piala AFF 2026.

Gonzales menilai, masyarakat Indonesia tidak perlu memberikan tekanan berlebihan kepada Herdman apabila hasil di Piala AFF nanti tidak sesuai harapan. Ia menegaskan bahwa PSSI merekrut Herdman bukan semata untuk mengejar gelar regional, melainkan untuk membangun fondasi jangka panjang menuju Piala Dunia 2030.

“Target utamanya jelas lebih besar. AFF penting, tapi bukan satu-satunya tolok ukur,” ujar Gonzales.

Sebagai catatan, Timnas Indonesia hingga kini memang belum pernah mengangkat trofi Piala AFF. Kenangan pahit masih membekas ketika Indonesia gagal juara pada edisi 2010 usai kalah dari Malaysia di partai final dua leg. Saat itu, Tim Merah Putih tampil impresif di bawah arahan Alfred Riedl, namun harus puas sebagai runner-up.

Piala AFF 2026 sendiri akan hadir dengan format waktu yang berbeda. Jika biasanya digelar di akhir tahun, edisi kali ini dijadwalkan berlangsung pada pertengahan tahun, yakni mulai 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.

PSSI secara resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 3 Januari lalu. Di bawah kepemimpinan pelatih baru ini, harapan publik sepak bola Tanah Air kembali menguat untuk mencetak sejarah dengan meraih gelar AFF pertama.

Berdasarkan hasil undian, Indonesia berada di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang babak play-off antara Timor Leste dan Brunei Darussalam. Komposisi ini membuat Tim Garuda terhindar dari Thailand dan Malaysia yang tergabung di Grup B.

Dalam pandangan Gonzales, kegagalan Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 seharusnya dijadikan pelajaran berharga, bukan alasan untuk mematahkan semangat. Ia menekankan pentingnya mental bangkit bagi pemain profesional.

“Kalau hari ini gagal, besok harus mulai lagi. Perjalanan pemain masih panjang, bukan hanya AFF, tapi juga menuju Piala Dunia 2030,” kata Gonzales saat ditemui di acara XSeries-2 di GOR UNJ, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

Pria yang akrab disapa El Loco itu juga mengingatkan agar penilaian terhadap Herdman tidak dilakukan hanya berdasarkan satu turnamen. Menurutnya, sang pelatih datang dengan visi jangka panjang untuk membangun Timnas Indonesia secara menyeluruh.

Rekam jejak Herdman bersama timnas Kanada menjadi bukti kapasitasnya. Ia sukses membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar, pencapaian pertama mereka sejak 1986. Prestasi inilah yang membuat PSSI yakin menunjuk Herdman sebagai nahkoda baru Tim Garuda.

Dengan pengalaman tersebut, PSSI berharap Herdman mampu mentransfer pengetahuan dan pendekatan modern dalam membangun tim nasional yang kompetitif di level internasional.

Perjalanan Indonesia di Piala AFF 2026 akan menjadi tantangan awal bagi Herdman. Namun, seperti yang ditegaskan Gonzales, hasil di turnamen tersebut seharusnya tidak menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan pelatih asal Kanada itu dalam membangun masa depan Timnas Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *