Berita viral Sepak bolaKualifikasi Piala Dunia 2026Liga Indonesia 2025/2026NasionalOlahragaPrediksi dan AnalisisSepakbolaTimnas IndonesiaTRENDING

Cerita Mantan Pemain Belanda yang Menilai Sepakbola Indonesia Masih Tertinggal

×

Cerita Mantan Pemain Belanda yang Menilai Sepakbola Indonesia Masih Tertinggal

Sebarkan artikel ini
Cerita Mantan Pemain Belanda yang Menilai Sepakbola Indonesia Masih Tertinggal
Cerita Mantan Pemain Belanda yang Menilai Sepakbola Indonesia Masih Tertinggal

Liganusantara.com, JAKARTA – Pengalaman mantan pemain asal Belanda, Anco Jansen, selama berkarier di Indonesia sempat menjadi sorotan. Eks winger yang pernah memperkuat PSM Makassar pada musim 2021–2022 itu melontarkan sejumlah pandangan kontroversial mengenai kondisi sosial dan perkembangan sepakbola nasional.

Berdasarkan pengalamannya selama satu musim di Liga 1, Jansen mengaku memiliki kesan yang kurang baik terhadap Indonesia. Ia bahkan menyebut Indonesia sebagai negara dengan kondisi ekonomi terbatas, namun masyarakatnya sangat aktif menggunakan gawai dan media sosial.

1. Tekanan Media Sosial yang Besar

Cerita Mantan Pemain Belanda yang Menilai Sepakbola Indonesia Masih Tertinggal

Anco Jansen mengungkapkan bahwa sejak awal kedatangannya ke Indonesia, ia sudah diingatkan rekan setimnya soal derasnya tekanan dari publik, khususnya di media sosial. Saat tampil kurang maksimal di lapangan, kritik dari warganet disebut datang tanpa henti.

Dalam sebuah podcast sepakbola di Belanda, Jansen menyampaikan bahwa media sosial memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ia mengaku pernah disarankan untuk menjauhi media sosial selama beberapa hari apabila gagal mencetak gol atau bermain buruk.

Selama memperkuat PSM Makassar, Anco Jansen mencatatkan lima gol dan satu assist dari 20 penampilan di Liga 1 musim 2021–2022.

2. Fasilitas Sepakbola Dinilai Masih Kurang

Tak hanya soal media sosial, Jansen juga menyinggung kondisi infrastruktur sepakbola di Indonesia. Menurutnya, fasilitas latihan, akademi, hingga kualitas kepelatihan masih jauh dari ideal jika dibandingkan dengan negara-negara yang sepakbolanya sudah maju.

Ia menilai popularitas pesepakbola, terutama pemain naturalisasi yang memiliki jutaan pengikut di media sosial, belum sejalan dengan kualitas sistem sepakbola itu sendiri. Dalam pandangannya, sepakbola Indonesia masih tertinggal dari segi pengelolaan dan pengembangan jangka panjang.

3. Sepakbola Indonesia Terus Mengalami Perkembangan

Cerita Mantan Pemain Belanda yang Menilai Sepakbola Indonesia Masih Tertinggal

Terlepas dari kritik tersebut, perkembangan sepakbola Indonesia menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir terus melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari pembinaan usia muda hingga perbaikan kualitas kompetisi.

Program Elite Pro Academy (EPA) untuk kelompok usia U-16, U-18, dan U-20 menjadi salah satu fokus utama dalam membangun fondasi sepakbola nasional. Selain itu, peningkatan mutu wasit serta penerapan Video Assistant Referee (VAR) juga mulai diterapkan demi menjaga kualitas pertandingan.

Di level klub, prestasi tim Indonesia di Asia juga mengalami kemajuan. Persib Bandung berhasil melangkah ke babak 16 besar AFC Champions League Two 2025–2026, sementara Dewa United menembus perempatfinal AFC Challenge League 2025–2026.

Sementara itu, Timnas Indonesia mencatat sejarah dengan lolos ke babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, menandakan bahwa sepakbola nasional perlahan namun pasti bergerak menuju level yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *