Persija Jakarta memiliki masalah yang cukup rumit jelang berakhirnya BRI Liga 1 2024/2025.
Masalah tersebut ialah rapuhnya lini pertahanan mereka di sepanjang BRI Liga 1 2024/2025.
Tim berjuluk Macan Kemayoran memiliki catatan kebobolan terburuk diantara klub lima besar BRI Liga 1 2024/2025.
Hal ini tentunya harus menjadi perhatian Persija Jakarta jika ingin tampil lebih baik di sisa musim BRI Liga 1 2024/2025.
BRI Liga 1 musim ini hanya akan menyisakan tujuh pertandingan sisa tanpa jeda internasional pada bulan April hingga Mei nanti.
Namun, Persija Jakarta masih memiliki satu laga tunda, sehingga Persija Jakarta memiliki jumlah laga lebih banyak.
Catatan Buruk Persija Jakarta
Anak asuh Carlos Pena saat ini tengah dalam situasi yang kurang baik.
Pasalnya Gustavo Almeida dan kawan-kawan sedang berada dalam tren buruk, dimana mereka hanya mampu meraih satu kemenangan dalam tujuh laga terakhirnya.
Meski begitu, total produktivitas gol mereka cukup baik dengan mencetak 31 gol dalam 26 pertandingan.
Hal itu membuat Persija Jakarta menjadi tim terbaik ketiga dibawah Dewa United dan Persib Bandung dalam hal urusan mencetak gol.
Namun, lini pertahanan mereka yang menjadi masalah dimana mereka telah kebobolan sebanyak 31 gol dari 26 pertandingan, terburuk di lima besar.
Hal ini terbilang cukup mengejutkan. Bagaimana tidak, Persija Jakarta saat ini memiliki bek andalan Timnas Indonesia yakni Rizky Ridho.
Namun sepertinya Rizky Ridho memiliki pasangan duet di lini belakang yang kurang baik.
Ondrej Kudela yang menjadi rekan duet Rizky Ridho di lini pertahanan telah menunjukan penurunan performa setelah menjalani musim ketiganya di Liga Indonesia.
Pelatih Carlos Pena, menyadari kesalahan timnya adalah terlalu sering melakukan bongkar pasang lini belakang.
“Hal itu benar (catatan buruk kemasukan),” ujar Pena di laman resmi klub.
“Mungkin pada Januari-Maret 2025 kami terlalu banyak kebobolan.”
“Sebab dalam dua bulan terakhir kami kerap bermain dengan lebih sedikit pemain dalam durasi waktu yang panjang,” tandasnya.
“Kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dibereskan,” ujar Pena.
“Tapi saya optimistis bahwa kami bisa melewati segala dinamika ini,” tandasnya.