Liganusantara.com, Jakarta– Fase liga Liga Champions 2025/2026 telah resmi berakhir dan menyuguhkan banyak performa menonjol dari pemain-pemain elite Eropa. Pengundian babak playoff knockout yang digelar pada Jumat (30/1/2026) menandai dimulainya fase krusial kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa tersebut.
Menilik kembali perjalanan League Phase, sejumlah pemain tampil begitu konsisten dan pantas masuk dalam daftar tim terbaik sementara musim ini. Menariknya, susunan Best XI tidak hanya diisi bintang papan atas, tetapi juga beberapa nama kejutan yang tampil luar biasa. Dengan formasi 4-3-3, berikut gambaran pemain terbaik pilihan berdasarkan performa mereka sepanjang fase liga, merujuk data dan penilaian ESPN.
Penjaga Gawang
David Raya (Arsenal)
Solidnya lini belakang Arsenal membuat David Raya tak selalu sibuk di bawah mistar. Meski demikian, efektivitas kiper asal Spanyol tersebut sangat menonjol. Dari total 20 tembakan tepat sasaran yang mengarah ke gawangnya dalam tujuh pertandingan fase liga, 18 berhasil ia tepis. Persentase penyelamatan yang mendekati sempurna itu bahkan disebut lebih identik dengan statistik olahraga hoki es ketimbang sepak bola.
Lini Pertahanan
Bek Kanan – Anan Khalaili (Union Saint-Gilloise)
Khalaili tampil dengan peran yang sangat dinamis. Tak jarang ia beroperasi seperti gelandang, namun kontribusi defensifnya tetap luar biasa. Ia mencatat jumlah intervensi terbanyak kedua di kompetisi (133). Tak berhenti di situ, Khalaili juga menjadi top skor timnya dengan tiga gol, pencipta peluang terbanyak (12), serta unggul dalam duel darat dengan 44 kemenangan.
Bek Tengah – Josko Gvardiol (Manchester City)
Meski hanya sempat bermain lima kali sebelum mengalami cedera patah kaki, pengaruh Gvardiol di lini belakang Manchester City tetap signifikan. Dalam periode tersebut, City hanya kebobolan empat gol. Bek timnas Kroasia ini kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu bek terbaik dunia dalam membawa bola dari lini belakang.
Bek Tengah – Derrick Luckassen (Pafos)
Pafos nyaris menciptakan kejutan besar dengan melangkah ke fase playoff knockout, berkat pertahanan yang sangat disiplin. Derrick Luckassen menjadi sosok sentral di balik solidnya lini belakang tersebut. Ia mencatat 140 intervensi defensif—terbanyak di Liga Champions musim ini—serta sukses memenangi sekitar 70 persen duel udara.
Bek Kiri – Nuno Mendes (PSG)
Nuno Mendes kembali menegaskan reputasinya sebagai salah satu bek kiri elite dunia. Ia memimpin statistik perebutan bola dengan 60 aksi sukses, masuk empat besar dalam progresi bola, dan turut menyumbang kontribusi ofensif berupa dua gol serta dua assist.
Lini Tengah
Gelandang Bertahan – Joshua Kimmich (Bayern Munchen)
Bayern Munchen menjadi salah satu tim yang performanya melampaui ekspektasi, dan Joshua Kimmich berperan sebagai motor utama permainan. Ia menjadi pemain dengan progresi umpan terbanyak (107) dan memegang kendali penuh dalam ritme serta distribusi bola Bayern.
Gelandang Tengah – Vitinha (PSG)
Vitinha kian mengukuhkan statusnya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia saat ini. Ia mencatatkan rata-rata lebih dari 100 umpan per pertandingan, memimpin dalam progresi bola, dan turut menyumbang lima gol sepanjang fase liga.
Gelandang Serang – Dominik Szoboszlai (Liverpool)
Szoboszlai tampil impresif dengan fleksibilitas peran di lini tengah. Ia menjadi pemuncak daftar assist dengan empat umpan gol, masuk empat besar pencipta peluang, dan juga aktif dalam merebut bola dari lawan.
Lini Depan
Sayap Kanan – Lamine Yamal (Barcelona)
Meski usianya masih sangat muda dan hanya tampil enam kali, Lamine Yamal tetap menunjukkan kualitas luar biasa. Ia mencetak tiga gol, tiga assist, dan menjadi salah satu pemain paling berbahaya dalam duel satu lawan satu.
Penyerang Tengah – Kylian Mbappe (Real Madrid)
Di tengah performa Real Madrid yang belum sepenuhnya stabil, Kylian Mbappe tetap menjadi pembeda utama. Ia mengoleksi 13 gol, dengan 10 di antaranya tercipta dari situasi non-penalti, serta memimpin statistik pencipta peluang di fase liga.
Sayap Kiri – Anthony Gordon (Newcastle United)
Anthony Gordon tampil sangat menikmati atmosfer Liga Champions. Dari seluruh pemain, hanya Mbappe yang mencatatkan kontribusi gol dan assist lebih banyak darinya. Performa konsisten Gordon menjadikannya salah satu kejutan paling menyenangkan musim ini.












